Tampilkan postingan dengan label Misteri Sejarah. Tampilkan semua postingan

Buraq, Wahana super canggih berkecepatan Cahaya - Bag 2

Pada Posting yang Lalu tentang Buraq, Wahana super canggih berkecepatan Cahaya -bag 1 saya telah menuliskan beberapa hal soal kendaraan misterius yang digunakan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra' Mi'raj, yang lebih menyerupai Wahana Ulang alik atau Pesawat dengan Tekhnologi super Canggih berkecepatan Cahaya. Selengkapnya Lihat di Sini  atau silahkan baca hasil penalaran tentang Misteri Buraq sebelumnya Di Sini
 
Kali ini, adalah Bagian ke2 pembahasan tentang kriteria Buraq yang memiliki kemiripan dengan Wahana Ulang alik Modern, selengkapnya seperti berikut ini:


Tersebutlah istilah Barkah dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw dalam perjalanan Isra Mi'raj, adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya. 
Pada Posting yang Lalu tentang Buraq, Wahana super canggih berkecepatan Cahaya -bag 1 saya telah menuliskan beberapa hal soal kendaraan misterius yang digunakan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra' Mi'raj, yang lebih menyerupai Wahana Ulang alik atau Pesawat dengan Tekhnologi super Canggih berkecepatan Cahaya. Selengkapnya Lihat di Sini  atau silahkan baca hasil penalaran tentang Misteri Buraq sebelumnya Di Sini
 
Kali ini, adalah Bagian ke2 pembahasan tentang kriteria Buraq yang memiliki kemiripan dengan Wahana Ulang alik Modern, selengkapnya seperti berikut ini:


Tersebutlah istilah Barkah dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw dalam perjalanan Isra Mi'raj, adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya. 

Buraq, Wahana super canggih berkecepatan Cahaya

Pada posting sebelumnya Buraq wahana ulang alik Illahiah mungkin pemikiran dan khayalan tentang Buraq rada ngawur, meskipun bisa jadi ada benarnya. Tetapi ketika kubaca sebuah tread di Kaskus yang membahas soal Misteri Buraq, rupanya ada kesepahaman antara hasil ngayal ngalor ngidul dan Tread tersebut yang lebih ilmiah yang menggugah saya untuk kembali memposting artikel soal Buraq itu.

 Pemahaman kita soal Buraq bukanlah tanpa dasar, dan khayalan kita soal buraq juga bukan sesuatu yang dilarang seperti yang selama ini kita dengar, bahwa memikirkan sesuatu yang "ghaib" apalagi berkaitan dengan Misteri Illahi adalah sesuatu yang tabu.

Bahwa sesuatu yang masih misterius dan hanya menjadi "dongeng" keimanan rasanya tidaklah salah untuk kita kaji kembali, sebagai tugas kita manusia yang berakal untuk berpikir dan mengambil pelajaran.
Pada posting sebelumnya Buraq wahana ulang alik Illahiah mungkin pemikiran dan khayalan tentang Buraq rada ngawur, meskipun bisa jadi ada benarnya. Tetapi ketika kubaca sebuah tread di Kaskus yang membahas soal Misteri Buraq, rupanya ada kesepahaman antara hasil ngayal ngalor ngidul dan Tread tersebut yang lebih ilmiah yang menggugah saya untuk kembali memposting artikel soal Buraq itu.

 Pemahaman kita soal Buraq bukanlah tanpa dasar, dan khayalan kita soal buraq juga bukan sesuatu yang dilarang seperti yang selama ini kita dengar, bahwa memikirkan sesuatu yang "ghaib" apalagi berkaitan dengan Misteri Illahi adalah sesuatu yang tabu.

Bahwa sesuatu yang masih misterius dan hanya menjadi "dongeng" keimanan rasanya tidaklah salah untuk kita kaji kembali, sebagai tugas kita manusia yang berakal untuk berpikir dan mengambil pelajaran.

Ada Ruangan & Timbunan Logam di Gunung Padang

Arsitektur Gunung Padang diduga sama dengan Machu Pichu di Peru.

Sabtu 23 Juni 2012 eskavasi atau penggalian Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat  dimulai. Hipotesis bahwa ada bangunan piramida kuno buatan manusia di bawah permukaan Gunung Padang akan dibuktikan.

Sebelum ke lokasi, Tim riset membeberkan resume penelitian awal Gunung
Padang. Termasuk, bahwa berdasarkan analisis bentang alam, Gunung Padang bukan intrusi batuan beku atau sebuah gunung api purba. 

Arsitektur Gunung Padang diduga sama dengan Machu Pichu di Peru.

Sabtu 23 Juni 2012 eskavasi atau penggalian Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat  dimulai. Hipotesis bahwa ada bangunan piramida kuno buatan manusia di bawah permukaan Gunung Padang akan dibuktikan.

Sebelum ke lokasi, Tim riset membeberkan resume penelitian awal Gunung
Padang. Termasuk, bahwa berdasarkan analisis bentang alam, Gunung Padang bukan intrusi batuan beku atau sebuah gunung api purba. 

Misteri PIRAMIDA di Cilacap

Tim geologi dari Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto akan berjalan kaki menembus hutan dan belukar, melewati sungai, menuju ke lokasi Gunung Padang pada Kamis 31 Mei 2012, mulai pukul 05.00 WIB. Mereka hendak meneliti struktur batu aneh di gunung yang masuk wilayah Desa Salebu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Perlu empat jam menuju ke sana dari desa terdekat.
Tim geologi dari Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto akan berjalan kaki menembus hutan dan belukar, melewati sungai, menuju ke lokasi Gunung Padang pada Kamis 31 Mei 2012, mulai pukul 05.00 WIB. Mereka hendak meneliti struktur batu aneh di gunung yang masuk wilayah Desa Salebu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Perlu empat jam menuju ke sana dari desa terdekat.

Misteri Piramida di Indonesia

Beberapa orang meyakini telah ditemukan sebuah piramida di kawasan Gunung Lalakon, Bandung, Jawa-Barat dan Gunung Saduhurip, Garut, Jawa-Barat. Penemuan itu dikaitkan dengan penemuan atlantis di Nusantara.

Oman Abdurrahman bersedia menjelaskan lebih dini soal fenomena misterius tersebut. Menurut Oman, memang ada bentuk tatanan alam di Gunung Lalakon dan Gunung Saduhurip yang mirip dengan piramida. Namun, hingga kini masih ada dua pendapat ahli tentang hal itu, satu pihak percaya, lainnya tidak.

"Ada orang yang punya hipotesis ada piramida yang dikubur yang disamarkan dengan bentuk gunung. Ada sebagian lagi geolog yang menilai itu bentukan geologi biasa saja," jelas Oman saat dihubungi detikcom.

Oman mengaku bukan sebagai peneliti utama dalam proyek tersebut. Dia menyebut rekannya di ESDM Engkon Kertapati yang terjun langsung ke lapangan dan memiliki hipotesis khusus.

"Tapi dia riset bukan karena ESDM, dia membawa yayasan Turangga Seta. Dari penelitian sementara mereka dari gambar yang saya lihat memang ada bentukan piramida itu ada," jelasnya.

Nah, temuan Engkon ini berdasarkan atas hasil penelitian menggunakan metoda geolistrik. Caranya, dengan menghantarkan arus listrik di monitor permukaan gunung.

"Dari arus listrik itu mencerminkan jenis batuan. Hasilnya, diketahui ada rongga-rongga. Kalau dalam keadaan biasa itu tidak ada," jelasnya.

Turangga Seta, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelestarian kebudayaan Nusantara mengklaim sebagai pihak pertama yang menemukan fenomena misterius ini. Sebelum para ahli dari LIPI maupun Badang Geologi ESDM bergerak, mereka sudah lebih dulu memposting temuan ini ke situs jejaring sosial Youtube sekitar bulan Desember 2010.

Yang jelas kita sudah masukkan ke Youtube sejak 13 Desember 2010. Kita pasang jauh hari sebelum itu. Kalau untuk Gunung Saduhurip (Garut), kita sudah posting sejak 1 Desember 2010," kata Agung Bimo Sutejo, Ketua Yayasan Turangga Seta, saat berbincang dengan detikcom.

Agung menceritakan kisah penemuan piramida itu hingga ke proses penggaliannya. Awalnya, para anggota Turangga Seta mendapati petunjuk cukup menarik dari Candi Penataran, Blitar, Jawa Timur. Di prasasti candi tersebut, ada relief yang menggambarkan kedatangan orang Mesir sedang sungkem pada anggota kerajaan.

"Lalu dari prasasti yang kita terima dari beberapa wilayah di situ, ada nama Indrajaya dan Magada," jelasnya.

Lewat petunjuk tersebut, anggota komunitas ini terus melakukan 'investigasi'. Dari sejumlah dokumen yang ditemukan, Indrajaya kemudian diketahui ada di Garut, sementara Magada di kawasan Bandung.

"Di samping itu, kita mendapatkan penjelasan lebih detail lagi dari leluhur. Ternyata, bangunan di negara kita itu tidak seperti yang tertera di sejarah resmi," ungkapnya.

"Kita bahkan mendapatkan informasi koordinat-koordinatnya sampai ke Gunung Lalakon dan Saduhurip Garut," imbuh Agung.

Sayangnya, temuan ini tidak direspons dengan baik oleh pemerintah. Menurut Agung, baik peneliti dari LIPI dan Kementerian ESDM tak mau menindaklanjuti hasil di Gunung Lalakon. Belakangan, peneliti LIPI Danny Hilman yang ikut terjun ke lokasi menyimpulkan terlalu buru-buru jika Gunung Lalakon disebut piramida.

Tentang Yayasan Turangga Seta

Kelompok ini didirikan sekitar 14 tahun yang lalu. Berawal dari rasa kecintaan terhadap sejarah Nusantara, mereka kemudian aktif bergerak mencari fakta-fakta baru tentang fenomena purba di Tanah Air.

Uniknya, yayasan ini bekerja bukan hanya mengandalkan dokumen-dokumen sejarah ilmiah, namun berkat bantuan mistis dari para leluhur. Metode yang diklaim efektif dan efisien guna membuktikan fakta sejarah.

"Kita menanyakan pada seseorang tentang sesuatu yang hidup di zamannya. Misalnya kita, 2.000 tahun lagi ditanya oleh orang yang hidup, ditanya istananya di mana, lalu tulisannya seperti apa," jelas Ketua Yayasan Turangga Seta Agung Bimo Sutejo saat berbincang dengan detikcom.

"Itu yang kita terima melalui gaib berdasarkan informasi leluhur. Walaupun bukan raja, dia pasti mengetahui lokasi di situ dan akan menunjukkannya. Demikian juga kroscek leluhur itu dan kita cari buktinya. Selama ini selalu ketemu kok," tambah Agung.

Lewat cara tersebut, Agung mengklaim selalu berhasil menemukan benda-benda purbakala yang dicari. Mulai dari candi, artefak, hingga piramida di kawasan Bandung dan Garut yang menghebohkan itu.

"Kita juga mendapatkan bukti ada lapangan terbang di Sulawesi, landasan pacu dari batu andesit (batuan yang digunakan pada zaman megalitik) dalam jarak sekian ratus meter. Tidak ada sambungan batunya," kata Agung.

Kelompok ini juga mengaku sudah berhasil menemukan bahwa sejarah Nusantara tidak sekerdil sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah yang resmi atau literasi sejarah yang ada. Sebaliknya, ada bukti tanda-tanda purbakala 10.000 tahun sebelum Masehi.

Yayasan yang sering berkumpul pada malam Selasa Kliwon ini juga berhasil memetakan dan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno. Cerita mitos tentang keberadaan Kerajaan Hastina Pura, Kerajaan Ngamartalaya, Kerajaan Dahana Pura, Kerajaan Gilingwesi juga berhasil dibuktikan.

"Kami juga berhasil memetakan periodesasi terciptanya bumi sampai ke titik akhir menjadi 3 Jaman Kali Jaman Besar, dan setiap Jaman Kali kami bagi menjadi 7 Jaman Kala Jaman Sedang, dan 1 Jaman Kala kami bagi menjadi 3 Mangsa Kala Jaman Kecil," klaim Agung.

Nah, Agung juga memiliki penjelasan tentang metoda mistis yang digunakan selama ini. Menurut dia, pendekatan gaib ini bisa dilatih, selama tujuannya untuk mengungkap sejarah Nusantara.

"Pada dasarnya kecepatan pandangan mata manusia 50 gambar per detik. Artinya kalau ada sesuatu yang bergerak melebihi itu tidak akan tertangkap mata kita. Nah, kalau berpuasa dia merasakan waktu berjalan lebih lama. Ini namanya denotasi waktu. Kita dalam waktu 1 menit melihat jumlah frame gambar daripada orang normal," paparnya.

"Di Turangga Seta ini dipertahankan, supaya melihat lebih besar dari yang kita lihat. Bertemu dengan leluhur, Prabu Siliwangi misalnya. Kita bertanya keratonnya di mana. Lalu kalau nulis seperti apa. Kalau dia tidak tahu, berati pasti pasti demit. Kita selalu mengkroscek satu per satu," terangnya lagi.

Sayangnya, setiap temuan yayasan ini tidak diakui pemerintah. Berbagai upaya untuk meminta dukungan sudah dilakukan, namun tak mendapat sambutan positif. Agung menduga, hal ini terjadi karena 'metoda' yang mereka gunakan berbeda dengan pendekatan pemerintah.

"LIPI tidak mau ada penemuan berdasarkan menyan. Padahal kita pakai menyan," ucapnya. "Kita sudah berusaha melaporkan ke Arkenas (Badan Arkeologi Nasional), sudah 14 tahun ini, selalu membicarakan ke mereka, tapi nggak ada respons," sambungnya.

Sebenarnya.. metode apapun yang dilakukan sah-sah saja termasuk petunjuk gaib karena dari petunjuk gaib tersebut tinggal di-ikuti saja. Nanti kan terbukti dengan sendirinya apakah petunjuk tersebut benar atau tidak. Jika benar, tentu akan ketemu benda-benda bersejarah dan ini merupakan cara yang paling murah dibanding menggunakan peralatan teknologi yang memakain biaya tidak sedikit.

=====================================================
Masukan E-mail anda kemudian klik Subscribe dan dapatkan Update Content terbaru secara GRATIS:


  Sumber : detik.com
Beberapa orang meyakini telah ditemukan sebuah piramida di kawasan Gunung Lalakon, Bandung, Jawa-Barat dan Gunung Saduhurip, Garut, Jawa-Barat. Penemuan itu dikaitkan dengan penemuan atlantis di Nusantara.

Oman Abdurrahman bersedia menjelaskan lebih dini soal fenomena misterius tersebut. Menurut Oman, memang ada bentuk tatanan alam di Gunung Lalakon dan Gunung Saduhurip yang mirip dengan piramida. Namun, hingga kini masih ada dua pendapat ahli tentang hal itu, satu pihak percaya, lainnya tidak.

"Ada orang yang punya hipotesis ada piramida yang dikubur yang disamarkan dengan bentuk gunung. Ada sebagian lagi geolog yang menilai itu bentukan geologi biasa saja," jelas Oman saat dihubungi detikcom.

Oman mengaku bukan sebagai peneliti utama dalam proyek tersebut. Dia menyebut rekannya di ESDM Engkon Kertapati yang terjun langsung ke lapangan dan memiliki hipotesis khusus.

"Tapi dia riset bukan karena ESDM, dia membawa yayasan Turangga Seta. Dari penelitian sementara mereka dari gambar yang saya lihat memang ada bentukan piramida itu ada," jelasnya.

Nah, temuan Engkon ini berdasarkan atas hasil penelitian menggunakan metoda geolistrik. Caranya, dengan menghantarkan arus listrik di monitor permukaan gunung.

"Dari arus listrik itu mencerminkan jenis batuan. Hasilnya, diketahui ada rongga-rongga. Kalau dalam keadaan biasa itu tidak ada," jelasnya.

Turangga Seta, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelestarian kebudayaan Nusantara mengklaim sebagai pihak pertama yang menemukan fenomena misterius ini. Sebelum para ahli dari LIPI maupun Badang Geologi ESDM bergerak, mereka sudah lebih dulu memposting temuan ini ke situs jejaring sosial Youtube sekitar bulan Desember 2010.

Yang jelas kita sudah masukkan ke Youtube sejak 13 Desember 2010. Kita pasang jauh hari sebelum itu. Kalau untuk Gunung Saduhurip (Garut), kita sudah posting sejak 1 Desember 2010," kata Agung Bimo Sutejo, Ketua Yayasan Turangga Seta, saat berbincang dengan detikcom.

Agung menceritakan kisah penemuan piramida itu hingga ke proses penggaliannya. Awalnya, para anggota Turangga Seta mendapati petunjuk cukup menarik dari Candi Penataran, Blitar, Jawa Timur. Di prasasti candi tersebut, ada relief yang menggambarkan kedatangan orang Mesir sedang sungkem pada anggota kerajaan.

"Lalu dari prasasti yang kita terima dari beberapa wilayah di situ, ada nama Indrajaya dan Magada," jelasnya.

Lewat petunjuk tersebut, anggota komunitas ini terus melakukan 'investigasi'. Dari sejumlah dokumen yang ditemukan, Indrajaya kemudian diketahui ada di Garut, sementara Magada di kawasan Bandung.

"Di samping itu, kita mendapatkan penjelasan lebih detail lagi dari leluhur. Ternyata, bangunan di negara kita itu tidak seperti yang tertera di sejarah resmi," ungkapnya.

"Kita bahkan mendapatkan informasi koordinat-koordinatnya sampai ke Gunung Lalakon dan Saduhurip Garut," imbuh Agung.

Sayangnya, temuan ini tidak direspons dengan baik oleh pemerintah. Menurut Agung, baik peneliti dari LIPI dan Kementerian ESDM tak mau menindaklanjuti hasil di Gunung Lalakon. Belakangan, peneliti LIPI Danny Hilman yang ikut terjun ke lokasi menyimpulkan terlalu buru-buru jika Gunung Lalakon disebut piramida.

Tentang Yayasan Turangga Seta

Kelompok ini didirikan sekitar 14 tahun yang lalu. Berawal dari rasa kecintaan terhadap sejarah Nusantara, mereka kemudian aktif bergerak mencari fakta-fakta baru tentang fenomena purba di Tanah Air.

Uniknya, yayasan ini bekerja bukan hanya mengandalkan dokumen-dokumen sejarah ilmiah, namun berkat bantuan mistis dari para leluhur. Metode yang diklaim efektif dan efisien guna membuktikan fakta sejarah.

"Kita menanyakan pada seseorang tentang sesuatu yang hidup di zamannya. Misalnya kita, 2.000 tahun lagi ditanya oleh orang yang hidup, ditanya istananya di mana, lalu tulisannya seperti apa," jelas Ketua Yayasan Turangga Seta Agung Bimo Sutejo saat berbincang dengan detikcom.

"Itu yang kita terima melalui gaib berdasarkan informasi leluhur. Walaupun bukan raja, dia pasti mengetahui lokasi di situ dan akan menunjukkannya. Demikian juga kroscek leluhur itu dan kita cari buktinya. Selama ini selalu ketemu kok," tambah Agung.

Lewat cara tersebut, Agung mengklaim selalu berhasil menemukan benda-benda purbakala yang dicari. Mulai dari candi, artefak, hingga piramida di kawasan Bandung dan Garut yang menghebohkan itu.

"Kita juga mendapatkan bukti ada lapangan terbang di Sulawesi, landasan pacu dari batu andesit (batuan yang digunakan pada zaman megalitik) dalam jarak sekian ratus meter. Tidak ada sambungan batunya," kata Agung.

Kelompok ini juga mengaku sudah berhasil menemukan bahwa sejarah Nusantara tidak sekerdil sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah yang resmi atau literasi sejarah yang ada. Sebaliknya, ada bukti tanda-tanda purbakala 10.000 tahun sebelum Masehi.

Yayasan yang sering berkumpul pada malam Selasa Kliwon ini juga berhasil memetakan dan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno. Cerita mitos tentang keberadaan Kerajaan Hastina Pura, Kerajaan Ngamartalaya, Kerajaan Dahana Pura, Kerajaan Gilingwesi juga berhasil dibuktikan.

"Kami juga berhasil memetakan periodesasi terciptanya bumi sampai ke titik akhir menjadi 3 Jaman Kali Jaman Besar, dan setiap Jaman Kali kami bagi menjadi 7 Jaman Kala Jaman Sedang, dan 1 Jaman Kala kami bagi menjadi 3 Mangsa Kala Jaman Kecil," klaim Agung.

Nah, Agung juga memiliki penjelasan tentang metoda mistis yang digunakan selama ini. Menurut dia, pendekatan gaib ini bisa dilatih, selama tujuannya untuk mengungkap sejarah Nusantara.

"Pada dasarnya kecepatan pandangan mata manusia 50 gambar per detik. Artinya kalau ada sesuatu yang bergerak melebihi itu tidak akan tertangkap mata kita. Nah, kalau berpuasa dia merasakan waktu berjalan lebih lama. Ini namanya denotasi waktu. Kita dalam waktu 1 menit melihat jumlah frame gambar daripada orang normal," paparnya.

"Di Turangga Seta ini dipertahankan, supaya melihat lebih besar dari yang kita lihat. Bertemu dengan leluhur, Prabu Siliwangi misalnya. Kita bertanya keratonnya di mana. Lalu kalau nulis seperti apa. Kalau dia tidak tahu, berati pasti pasti demit. Kita selalu mengkroscek satu per satu," terangnya lagi.

Sayangnya, setiap temuan yayasan ini tidak diakui pemerintah. Berbagai upaya untuk meminta dukungan sudah dilakukan, namun tak mendapat sambutan positif. Agung menduga, hal ini terjadi karena 'metoda' yang mereka gunakan berbeda dengan pendekatan pemerintah.

"LIPI tidak mau ada penemuan berdasarkan menyan. Padahal kita pakai menyan," ucapnya. "Kita sudah berusaha melaporkan ke Arkenas (Badan Arkeologi Nasional), sudah 14 tahun ini, selalu membicarakan ke mereka, tapi nggak ada respons," sambungnya.

Sebenarnya.. metode apapun yang dilakukan sah-sah saja termasuk petunjuk gaib karena dari petunjuk gaib tersebut tinggal di-ikuti saja. Nanti kan terbukti dengan sendirinya apakah petunjuk tersebut benar atau tidak. Jika benar, tentu akan ketemu benda-benda bersejarah dan ini merupakan cara yang paling murah dibanding menggunakan peralatan teknologi yang memakain biaya tidak sedikit.

=====================================================
Masukan E-mail anda kemudian klik Subscribe dan dapatkan Update Content terbaru secara GRATIS:


  Sumber : detik.com

Klaim Candi Borobudur sebagai milik umat Islam

Candi Borobudur
Sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai peneliti muda dari Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, menyatakan akan menggugat hak atas kepemilikan Borobudur. Lembaga ini bernama Dzikrul lil Aalamiin (DLA)


Mereka menyatakan memiliki bukti kuat bahwa Candi Borobudur adalah bangunan yang didirikan tentara jin dan setan Nabi Sulaiman, dan memiliki hubungan dengan Ratu Boko, dimana Ratu Boko diklaim sebagai Ratu Balqis dan istananya dipindah menjadi bagian teratas Borobudur.
Sementara patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Buddha, dikatakan sebagai patung model bidadara surga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model.

Ketika ditelusuri lebih jauh, diakui bahwa penelitian tersebut hanya menggunakan satu metode, yaitu Matematika Islam, sebuah cabang ilmu baru yang diciptakan sendiri oleh KH. Fahmi Basya. Mengenai kebenarannya, susah dikatakan karena baru satu orang yang menjadi ahlinya.

Adapun metode lainnya adalah dengan menghubung-hubungkan kata. Sleman dipercaya berasal dari kata Sulaiman. Jawa dari kata Jews (Yahudi). Dan menurut Fahmi, satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur'an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo.

Sedangkan bukti arkeologis yang diajukan adalah lempengan emas yang ditemukandi dekat situs Kraton Boko, yang menurut mereka berarti "Bismillahirrahmaanirrahiim" (Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang). Tetapi tidak dikatakan bentuk tulisan
dan bahasa apa yang tertulis, dan bagaimana bunyinya. Sebaliknya, menurut papan petunjuk di Kraton Boko, lempengan emas itu bertuliskan pujian pada dewa Siwa. Menurut seorang sumber, dikatakan relief yang berada di Borobudur juga menceritakan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, walaupun ayat pendukungnya belum ketemu.

Walaupun bukti-bukti masih kurang dan riset intensif masih dilakukan, publikasi dan promosi mengenai hal ini sudah dilakukan dengan gencar melalui banyak media. Selain itu, promosi juga dilakukan dengan ekspedisi ke Candi Borobudur dan situs Ratu Boko.

Dalam sebuah kesempatan, KH Fahmi Basya mengatakan, bahwa setelah mengajukan bukti-bukti, pihaknya akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi untuk mengklaim Borobudur sebagai milik umat Islam. Sementara semua buku sejarah dan literatur yang berhubungan dengan Borobudur diubah dan dikoreksi. Keyakinan beliau akan teorinya itu dibuktikan dengan memwisuda patung terkenal "The Unfinished Buddha" yang konon dulunya berada di Stupa Utama Borobudur, sebagai "Unfinished Solomon".

Bagaimana komentar Bapak Agus Aris Munandar, Dosen dan Arkeolog, dari Departemen Arkeologi FIB UI, yang menjadi narasumber talkshow "Misteri Candi Borobudur" dimana KH Fahmi Basya juga menjadi pembicara? Beliau tidak mengatakan benar atau salah, tetapi memberikan pandangan lain dari sisi sejarah dan arkeologis, yang menurut seorang moderator secara tidak langsung membantah teori Bapak Fahmi.

DLA sendiri terkesan terburu-buru dalam mengolah bukti dan data untuk diajukan ke MK. Informasi yang didapat mengatakan bahwa mereka sedang berlomba dengan satu kelompok di Forum Kas-kus yang terus mencari kelemahan teori "Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman". Mungkin DLA ingin mengambil langkah awal sebelum kelompok Kaskus tersebut mengeluarkan ebook berisi rangkuman kelemahan-kelemahan teori, yang dijanjikan akan selesai dalam waktu dekat.
source: Tuah manurung



Masukan E-mail anda kemudian klik Subscribe dan dapatkan Update Content terbaru secara GRATIS:



  
Candi Borobudur
Sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai peneliti muda dari Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, menyatakan akan menggugat hak atas kepemilikan Borobudur. Lembaga ini bernama Dzikrul lil Aalamiin (DLA)


Mereka menyatakan memiliki bukti kuat bahwa Candi Borobudur adalah bangunan yang didirikan tentara jin dan setan Nabi Sulaiman, dan memiliki hubungan dengan Ratu Boko, dimana Ratu Boko diklaim sebagai Ratu Balqis dan istananya dipindah menjadi bagian teratas Borobudur.
Sementara patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Buddha, dikatakan sebagai patung model bidadara surga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model.

Ketika ditelusuri lebih jauh, diakui bahwa penelitian tersebut hanya menggunakan satu metode, yaitu Matematika Islam, sebuah cabang ilmu baru yang diciptakan sendiri oleh KH. Fahmi Basya. Mengenai kebenarannya, susah dikatakan karena baru satu orang yang menjadi ahlinya.

Adapun metode lainnya adalah dengan menghubung-hubungkan kata. Sleman dipercaya berasal dari kata Sulaiman. Jawa dari kata Jews (Yahudi). Dan menurut Fahmi, satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur'an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo.

Sedangkan bukti arkeologis yang diajukan adalah lempengan emas yang ditemukandi dekat situs Kraton Boko, yang menurut mereka berarti "Bismillahirrahmaanirrahiim" (Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang). Tetapi tidak dikatakan bentuk tulisan
dan bahasa apa yang tertulis, dan bagaimana bunyinya. Sebaliknya, menurut papan petunjuk di Kraton Boko, lempengan emas itu bertuliskan pujian pada dewa Siwa. Menurut seorang sumber, dikatakan relief yang berada di Borobudur juga menceritakan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, walaupun ayat pendukungnya belum ketemu.

Walaupun bukti-bukti masih kurang dan riset intensif masih dilakukan, publikasi dan promosi mengenai hal ini sudah dilakukan dengan gencar melalui banyak media. Selain itu, promosi juga dilakukan dengan ekspedisi ke Candi Borobudur dan situs Ratu Boko.

Dalam sebuah kesempatan, KH Fahmi Basya mengatakan, bahwa setelah mengajukan bukti-bukti, pihaknya akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi untuk mengklaim Borobudur sebagai milik umat Islam. Sementara semua buku sejarah dan literatur yang berhubungan dengan Borobudur diubah dan dikoreksi. Keyakinan beliau akan teorinya itu dibuktikan dengan memwisuda patung terkenal "The Unfinished Buddha" yang konon dulunya berada di Stupa Utama Borobudur, sebagai "Unfinished Solomon".

Bagaimana komentar Bapak Agus Aris Munandar, Dosen dan Arkeolog, dari Departemen Arkeologi FIB UI, yang menjadi narasumber talkshow "Misteri Candi Borobudur" dimana KH Fahmi Basya juga menjadi pembicara? Beliau tidak mengatakan benar atau salah, tetapi memberikan pandangan lain dari sisi sejarah dan arkeologis, yang menurut seorang moderator secara tidak langsung membantah teori Bapak Fahmi.

DLA sendiri terkesan terburu-buru dalam mengolah bukti dan data untuk diajukan ke MK. Informasi yang didapat mengatakan bahwa mereka sedang berlomba dengan satu kelompok di Forum Kas-kus yang terus mencari kelemahan teori "Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman". Mungkin DLA ingin mengambil langkah awal sebelum kelompok Kaskus tersebut mengeluarkan ebook berisi rangkuman kelemahan-kelemahan teori, yang dijanjikan akan selesai dalam waktu dekat.
source: Tuah manurung



Masukan E-mail anda kemudian klik Subscribe dan dapatkan Update Content terbaru secara GRATIS:



  

Penemu Catur dan Papan Catur yang Misterius

Permainan Catur
Siapa yang tak kenal dengan permainan Catur, bahkan Indonesia punya Grand Master untuk salah satu Cabang Olah Raga yang sudah mendunia ini.

Ternyata Kotak pada papan Catur itu memiliki rahasia Matematika yang Luar biasa besar. Rahasia apakah itu, dan siapa pencipta permainan Catur ini?.


Hampir di seluruh Dunia, permainan Catur dikenal sebagai salah satu permainan Olah pikir yang tua. Saking tuanya sejarah Catur ini, sehingga muncul banyak dongeng mengenai asal-usulnya, namun sukar untuk dibuktikan kebenarannya. barangkali sobat punya referensi yang lebih akurat untuk menguak sejarah terciptanya permainan Catur ? Sobat bisa berbagi dengan sobat yang lain untuk melengkapi cerita berikut ini.

Jumlah Kotak papan Catur

Posisi permainan Catur
Berikut ini adalah Dongeng Ibnu Khalikan, beliau seorang penulis riwayat yang hidup pada abad ke 13.Dalam riwayatnya Ibnu Khalikan menyebutkan bahwa Catur berasal dari India, dan penemunya bernama Sisah Ibnu Dahir.

Konon permainan baru yang mengasyikan hasil karya Sisah Ibnu Dahir itu dikagumi oleh Sang Raja yakni  Raja Syihram. Demi mengetahui bahwa Sisah itu adalah seorang rakyatnya, maka Raja berniat memberi hadiah pada penemu Catur itu. Maka ia pun menyuruh Punggawa kerajaan untuk memanggil Sisah ke Istananya.

"Aku ingin memberikan hadiah yang berharga atas penemuanmu yang mengagumkan itu," titah Raja Syirham ketika Sisah datang menghadap. "Aku cukup kaya dan sanggup memenuhi segala keinginanmu itu Sisah," lanjutnya

Sisah diam saja, lalu Raja Bersabda, "Jangan malu, katakan keinginanmu, pasti kukabulkan."
" Maafkan Hamba, ya Raja kami yang Agung dan Pemurah, hamba mohon waktu sehari untuk memikirkannya, jika Tuanku berkenan mengizinkan permohonan hamba ini" Jawab Sisah kemudian.
Mendengar permohonan Sisah , maka raja pun mengizinkannya.

Malam harinya, Guru yang sederhana itu memikirkan hadiah yang hendak dimintanya, hingga

keeseokan harinya dihadapan Sang Raja, berkatalah Sisah, "Ya Tuanku, Hamba telah merenungkan berbagai hadiah yang menyenangkan, akhirnya inilah hadiah yang hamba pilih, Hamba mohon hadiah Sebutir Gandum untuk Kotak pertama papan Catur, Dua butir Gandum untuk petak kedua......"

" Dua butir Gandum katamu,"? bertanya Raja keheranan.
" Ya, Tuanku, Dua butir gandum untuk kotak kedua, selanjutnya, hamba moho Empat butir untuk kotak ketiga, Delapan butir untuk kotak ke empat, Enam belas butir untuk kotak Kelima, Tiga puluh dua butir untuk Kotak ke Enam, Enam puluh empat butir untuk ........,"

"Cukup, cukup," Sela Baginda Syihram dengan tidak sabar, ketika mendengar permintaan sederhana itu.

"Kau akan menerima hadiahmu untuk Ke Enam puluh Empat Kotak papan Catur itu. Tiap kotak berisi dua kali isi kotak sebelumnya, tetapi ketahuilah bahwa permintaanmu itu sungguh merendahkan kemurahan hatiku, apalgi engkau seorang Guru, pulanglah, punggawaku akan segera mengantarkan gandum permintaanmu itu," Kata Sang Raja kemudian.

"Mohon ampun atas kelancangan saya, ya Tuanku, hamba mohon diri," Penemu Catur itu keluar istana dengan senyum terkulum.

Malam harinya saat bersantap malam, Baginda teringat akan permintaan Sisah, lalu bertanya apakah Gandum untuk Sisah sudah dikirimkan ke rumahnya. Ketika didengarnya bahwa Gandum belum dikirimkan, baginda mengernyitkan dahi keheranan, belum pernah perintahnya dijalankan selambat itu.

Kemudian Baginda menanyakan sekali lagi apakah Perintahnya sudah dijalankan apa belum.
" Tuanku, " sahut seorang pegawai Istana, " Juru Hitung Kerajaan belum selesai menghitung jumlah butir Gandum yang harus dihadiahkan."
"Bodoh, mengapa lambat benar dia menghitung, sebelum ayam berkokok besok pagi, Sisah harus sudah menerima gandumnya, jika tidak, maka kalian semua akan ku pecat." Sabda sang Raja dengan marah.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, seorang pegawai istana melapor kepada Sang Raja bahwa Juru Hitung mohon menghadap.
" Sebelum engkau bicara, katakan apakah perintahku sudah kemarin sudah terlaksana? " tanya Sang Raja

" Justru itulah yang hendak hamba sampaikan, Tuanku, setelah hamba menghitungnya dengan teliti permintaan Guru Sisah  itu, ternyata jumlahnya luar biasa besar Tuanku."
Raja Syihram, mulai hilang kesabarannya, sabdanya dengan sangat keras, "Berapapun besarnya, janji Raja harus ditepati, Lumbung Kerajaan cukup besar untuk memenuhi permintaan Sisah yaang sekecil itu."

" Ampun Tuanku, Kerajaan Tuanku tidak akan mampu memenuhi permintaan Sisah itu. Seluruh persediaan gandum di negeri ini, bahkan diseluruh dunia sekalipun, tidak cukup untuk memenuhi permintaannya, Kalau seandainya seluruh permukaan bumi ini ditanami gandum, setelah lautan dikeringkan untuk ditanami gandum, barulah mungkin Tuanku dapat memenuhi permintaan Sisah. Untuk menampung gandum sebanyak itu, Tuanku akan memerlukan Lumbung yang tingginya Delapan Hasta, Lebarnya Sepuluh Hasta dan panjangnya sama dengan jarak Bumi ke Matahari.

Baginda tertegun mendengar kalimat juru hitungnya itu, namun ia ingin mengetahui juga Angkanya. Raja kemudian bertanya," Berapa butir semuanya?". Juru hitung kemudian menunjukan angka yang sudah di catatnya, disana tertulis angka 18.446.744.073.709.551.615.

Itulah jumlah Butir Gandum yang harus di berikan kepada Sisah sebagai Hadiah

Itulah Cerita tentang Papan Catur dan Butir gandum itu, Entah bagaimana akhir dari ceritanya, ada yang mengatakan bahwa sang Guru mengalami nasib yang menyedihkan karena ia mati ditiang gantungan. Yang pasti Raja Syihram tak sanggup memenuhi permintaan Sisah Ibnu Dahir itu.

Diakalangan Ahli matematika, mereka tidak berhenti menghitung hanya sampai kotak ke Enam puluh empat saja, tetapi para pecinta matematika juga berusaha menghitung, berapa kapal yang akan mengangkut Gandumitu, berapa berat gandum itu, berapa karung yang harus dibuat untuk wadah gandum itu, berapa harga seluruhnya.

Diantara mereka juga terdengar pendapat, " Sayangnya Raja Syihram bukan ahli matematika, andaikata ia ahli, ia akan dapat meluluskan permintaan Sang Guru tanpa membahayakan persediaan Lumbung Kerajaannya." ia dapat saja mengajukan usul, " Sisah, permohonanmu kukabulkan, tapi kau harus menghitung sendiri butir demi butir gandum yang kau minta."

Cobalah kita sejenak menganalisa jumlah waktu yang diperlukan untuk menghitung butir gandum Sisah itu.
Jika penghitungan satu butir gandum memerlukan waktu satu detik, maka dalam satu menit dapat diperoleh 60 butir, satu Jam 3600 butir, dalam satu hari 86.400 butir. dalam satu Tahun, 31.536.000 butir, dalam Seratus Tahun 3.153.600.000 butir dan seterusnya. itu jika perhitungan dilakukan siang malam. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas itu lamanya mendekati 584.943.368.649 Tahun.
Tidak ada badan yang sanggup mengadung hayat selama itu.

Ok, coba Teman-teman buktikan apakah angka yang ditemukan oleh juru hitung Istana itu sama dengan yang anda dapatkan, dan berapa besar kira-kira tempat yang dibutuhkan untuk menampung Gandum-gandum itu.

Kotak pertama berisi 1 butir, kotak kedua 2 butir, kotak ketiga 4 butir, kotak keempat 8 butir, kotak kelima 16 butir, kotak ke enam 32 butir, kotak ketujuh 64 butir, kotak kedelapan 128 butir, kotak kesepuluh 256 butir, .....dst,  Setiap kotak berisi butir gandum 2X jumlah butir gandum sebelumnya. Seterusnya hingga kotak ke enam puluh empat karena papan catur memiliki 64 kotak berselang seling, biasanya berwarna hitam-putih.
Permainan Catur
Siapa yang tak kenal dengan permainan Catur, bahkan Indonesia punya Grand Master untuk salah satu Cabang Olah Raga yang sudah mendunia ini.

Ternyata Kotak pada papan Catur itu memiliki rahasia Matematika yang Luar biasa besar. Rahasia apakah itu, dan siapa pencipta permainan Catur ini?.


Hampir di seluruh Dunia, permainan Catur dikenal sebagai salah satu permainan Olah pikir yang tua. Saking tuanya sejarah Catur ini, sehingga muncul banyak dongeng mengenai asal-usulnya, namun sukar untuk dibuktikan kebenarannya. barangkali sobat punya referensi yang lebih akurat untuk menguak sejarah terciptanya permainan Catur ? Sobat bisa berbagi dengan sobat yang lain untuk melengkapi cerita berikut ini.

Jumlah Kotak papan Catur

Posisi permainan Catur
Berikut ini adalah Dongeng Ibnu Khalikan, beliau seorang penulis riwayat yang hidup pada abad ke 13.Dalam riwayatnya Ibnu Khalikan menyebutkan bahwa Catur berasal dari India, dan penemunya bernama Sisah Ibnu Dahir.

Konon permainan baru yang mengasyikan hasil karya Sisah Ibnu Dahir itu dikagumi oleh Sang Raja yakni  Raja Syihram. Demi mengetahui bahwa Sisah itu adalah seorang rakyatnya, maka Raja berniat memberi hadiah pada penemu Catur itu. Maka ia pun menyuruh Punggawa kerajaan untuk memanggil Sisah ke Istananya.

"Aku ingin memberikan hadiah yang berharga atas penemuanmu yang mengagumkan itu," titah Raja Syirham ketika Sisah datang menghadap. "Aku cukup kaya dan sanggup memenuhi segala keinginanmu itu Sisah," lanjutnya

Sisah diam saja, lalu Raja Bersabda, "Jangan malu, katakan keinginanmu, pasti kukabulkan."
" Maafkan Hamba, ya Raja kami yang Agung dan Pemurah, hamba mohon waktu sehari untuk memikirkannya, jika Tuanku berkenan mengizinkan permohonan hamba ini" Jawab Sisah kemudian.
Mendengar permohonan Sisah , maka raja pun mengizinkannya.

Malam harinya, Guru yang sederhana itu memikirkan hadiah yang hendak dimintanya, hingga

keeseokan harinya dihadapan Sang Raja, berkatalah Sisah, "Ya Tuanku, Hamba telah merenungkan berbagai hadiah yang menyenangkan, akhirnya inilah hadiah yang hamba pilih, Hamba mohon hadiah Sebutir Gandum untuk Kotak pertama papan Catur, Dua butir Gandum untuk petak kedua......"

" Dua butir Gandum katamu,"? bertanya Raja keheranan.
" Ya, Tuanku, Dua butir gandum untuk kotak kedua, selanjutnya, hamba moho Empat butir untuk kotak ketiga, Delapan butir untuk kotak ke empat, Enam belas butir untuk kotak Kelima, Tiga puluh dua butir untuk Kotak ke Enam, Enam puluh empat butir untuk ........,"

"Cukup, cukup," Sela Baginda Syihram dengan tidak sabar, ketika mendengar permintaan sederhana itu.

"Kau akan menerima hadiahmu untuk Ke Enam puluh Empat Kotak papan Catur itu. Tiap kotak berisi dua kali isi kotak sebelumnya, tetapi ketahuilah bahwa permintaanmu itu sungguh merendahkan kemurahan hatiku, apalgi engkau seorang Guru, pulanglah, punggawaku akan segera mengantarkan gandum permintaanmu itu," Kata Sang Raja kemudian.

"Mohon ampun atas kelancangan saya, ya Tuanku, hamba mohon diri," Penemu Catur itu keluar istana dengan senyum terkulum.

Malam harinya saat bersantap malam, Baginda teringat akan permintaan Sisah, lalu bertanya apakah Gandum untuk Sisah sudah dikirimkan ke rumahnya. Ketika didengarnya bahwa Gandum belum dikirimkan, baginda mengernyitkan dahi keheranan, belum pernah perintahnya dijalankan selambat itu.

Kemudian Baginda menanyakan sekali lagi apakah Perintahnya sudah dijalankan apa belum.
" Tuanku, " sahut seorang pegawai Istana, " Juru Hitung Kerajaan belum selesai menghitung jumlah butir Gandum yang harus dihadiahkan."
"Bodoh, mengapa lambat benar dia menghitung, sebelum ayam berkokok besok pagi, Sisah harus sudah menerima gandumnya, jika tidak, maka kalian semua akan ku pecat." Sabda sang Raja dengan marah.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, seorang pegawai istana melapor kepada Sang Raja bahwa Juru Hitung mohon menghadap.
" Sebelum engkau bicara, katakan apakah perintahku sudah kemarin sudah terlaksana? " tanya Sang Raja

" Justru itulah yang hendak hamba sampaikan, Tuanku, setelah hamba menghitungnya dengan teliti permintaan Guru Sisah  itu, ternyata jumlahnya luar biasa besar Tuanku."
Raja Syihram, mulai hilang kesabarannya, sabdanya dengan sangat keras, "Berapapun besarnya, janji Raja harus ditepati, Lumbung Kerajaan cukup besar untuk memenuhi permintaan Sisah yaang sekecil itu."

" Ampun Tuanku, Kerajaan Tuanku tidak akan mampu memenuhi permintaan Sisah itu. Seluruh persediaan gandum di negeri ini, bahkan diseluruh dunia sekalipun, tidak cukup untuk memenuhi permintaannya, Kalau seandainya seluruh permukaan bumi ini ditanami gandum, setelah lautan dikeringkan untuk ditanami gandum, barulah mungkin Tuanku dapat memenuhi permintaan Sisah. Untuk menampung gandum sebanyak itu, Tuanku akan memerlukan Lumbung yang tingginya Delapan Hasta, Lebarnya Sepuluh Hasta dan panjangnya sama dengan jarak Bumi ke Matahari.

Baginda tertegun mendengar kalimat juru hitungnya itu, namun ia ingin mengetahui juga Angkanya. Raja kemudian bertanya," Berapa butir semuanya?". Juru hitung kemudian menunjukan angka yang sudah di catatnya, disana tertulis angka 18.446.744.073.709.551.615.

Itulah jumlah Butir Gandum yang harus di berikan kepada Sisah sebagai Hadiah

Itulah Cerita tentang Papan Catur dan Butir gandum itu, Entah bagaimana akhir dari ceritanya, ada yang mengatakan bahwa sang Guru mengalami nasib yang menyedihkan karena ia mati ditiang gantungan. Yang pasti Raja Syihram tak sanggup memenuhi permintaan Sisah Ibnu Dahir itu.

Diakalangan Ahli matematika, mereka tidak berhenti menghitung hanya sampai kotak ke Enam puluh empat saja, tetapi para pecinta matematika juga berusaha menghitung, berapa kapal yang akan mengangkut Gandumitu, berapa berat gandum itu, berapa karung yang harus dibuat untuk wadah gandum itu, berapa harga seluruhnya.

Diantara mereka juga terdengar pendapat, " Sayangnya Raja Syihram bukan ahli matematika, andaikata ia ahli, ia akan dapat meluluskan permintaan Sang Guru tanpa membahayakan persediaan Lumbung Kerajaannya." ia dapat saja mengajukan usul, " Sisah, permohonanmu kukabulkan, tapi kau harus menghitung sendiri butir demi butir gandum yang kau minta."

Cobalah kita sejenak menganalisa jumlah waktu yang diperlukan untuk menghitung butir gandum Sisah itu.
Jika penghitungan satu butir gandum memerlukan waktu satu detik, maka dalam satu menit dapat diperoleh 60 butir, satu Jam 3600 butir, dalam satu hari 86.400 butir. dalam satu Tahun, 31.536.000 butir, dalam Seratus Tahun 3.153.600.000 butir dan seterusnya. itu jika perhitungan dilakukan siang malam. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas itu lamanya mendekati 584.943.368.649 Tahun.
Tidak ada badan yang sanggup mengadung hayat selama itu.

Ok, coba Teman-teman buktikan apakah angka yang ditemukan oleh juru hitung Istana itu sama dengan yang anda dapatkan, dan berapa besar kira-kira tempat yang dibutuhkan untuk menampung Gandum-gandum itu.

Kotak pertama berisi 1 butir, kotak kedua 2 butir, kotak ketiga 4 butir, kotak keempat 8 butir, kotak kelima 16 butir, kotak ke enam 32 butir, kotak ketujuh 64 butir, kotak kedelapan 128 butir, kotak kesepuluh 256 butir, .....dst,  Setiap kotak berisi butir gandum 2X jumlah butir gandum sebelumnya. Seterusnya hingga kotak ke enam puluh empat karena papan catur memiliki 64 kotak berselang seling, biasanya berwarna hitam-putih.

Borobudur di bangun di atas Danau Purba

Candi Borobudur
Berbagai kajian seputar Candi Borobudur seolah selalu memunculkan khasanah baru bagi pustaka Sejarah peradaban dan kejayaan masa lalu di bumi Pertiwi Indonesia ini.


Sebagaimana kita semua ketahui,
di negeri ini banyak sekali ditemukan Candi peninggalan kerajaan-kerajaan masa lalu.

Dan di antara candi-candi yang telah ditemukan hingga kini, yang terbesar ialah Candi Borobudur.

Secara administratif, Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berada di atas bukit kecil di tengah dataran yang dibatasi Pegunungan Menoreh di sebelah selatan dan gunungapi Kuarter di sebelah utara.

Candi ini dibangun pada akhir abad ke-8 oleh Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. Pembangunannya diarsiteki oleh Gunadharma dan selesai dibangun pada tahun 746 Saka atau 824 Masehi.

Benarkah Borobudur diatas Danau

Wilayah di sekitar Candi Borobudur saat ini bukanlah danau, melainkan sawah dan pemukiman penduduk. Artinya, danau tersebut mungkin telah surut atau memang tidak pernah ada.

Hipotesa mengenai keberadaan danau purba di daerah Borobudur pertama kali diutarakan oleh seorang seniman dan arsitek Belanda bernama W.O.J Nieuwenkamp, lewat bukunya yang berjudul Fiet Borobudur Meer (Danau Borobudur) pada tahun 1931.

Ia mengungkapkan bahwa Candi Borobudur merupakan perwujudan sebuah Ceplok Bunga Teratai yang mengapung di tengah-tengah telaga (www.kr.co.id). Namun, pendapat Nieuwenkamp ini ditentang oleh van Erp, pemimpin pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1907-1911. Salah satu alasannya ialah bahwa pernyataan Nieuwenkamp tidak didukung bukti kuat seperti prasasti. Namun, geomorfologi di sekitar candi terbesar di Indonesia tersebut yang mirip suatu cekungan memungkinkan keberadaan danau purba tersebut (Nisin dan Vote, 1986 di www.kr.co.id).

Seorang pakar geologi bernama van Bemmelen (1949) mendukung hipotesa Nieuwenkamp tersebut. Dalam bukunya yang berjudul The Geology of Indonesia (Geologi Indonesia) menyebutkan, di daerah Magelang bagian selatan dahulu pernah terbentuk danau yang luas. Terbentuknya danau diakibatkan oleh letusan kuat dari Gunung Merapi tahun 1006 M.

Besarnya letusan mengakibatkan sebagian puncak Merapi mengalami pelongsoran ke arah barat daya, kemudian tertahan oleh Pegunungan Menoreh bagian timur yang berada di selatan daerah Borobudur. Akibatnya, material longsoran tersebut membendung aliran Kali Progo di timur Borobudur, sehingga terbentuklah genangan yang luas di dataran Magelang bagian selatan. Setelah berabad-abad, sumbatan yang membendung Kali Progo hilang oleh proses erosi, akhirnya danau mengering (van Bemmelen, 1949).

Kemudian, hasil pengeboran yang dilakukan oleh tim kajian geologi yang dipimpin Guru Besar Geografi UGM, Prof. Dr. Sutikno berhasil membuktikan keberadaan danau purba tersebut. Pengeboran yang dilakukan di Kali Sileng, Kali Progo dan Kali Elo tersebut berhasil menemukan endapan danau berupa batulempung hitam yang banyak mengandung serbuk sari dari tanaman rawa atau danau, seperti teratai, rumput air dan tumbuhan paku, serta fosil fragmen kayu.


Batulempung tersebut mengelilingi sekitar bukit Borobudur ke utara sampai Kecamatan Metroyudan bagian selatan dan berakhir di bagian tenggara Jembatan Klangon di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulon Progo (DIY). Sementara di sisi barat membentang hingga Desa Samberan dan Ringinanom yang masuk wilayah Kecamatan Tempuran.

Penampang stratigrafi yang dihasilkan dari Kali Progo, Kali Elo dan Kali Sileng
(Mulyaningsih dan Bronto, 2000)
Borobudur -Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sbg latar belakang

Berdasarkan analisis Karbon-14 pada batulempung hitam tersebut, maka dapat diperkirakan bahwa danau tersebut telah terbentuk sejak 22.000 tahun yang lalu pada jaman Plistosen.

Perkembangan danau dimulai dengan material Gunung Merapi, yang membendung Kali Progo di suatu tempat sehingga menghalangi aliran air di bagian hulu (Kali Elo-Mendut-Borobudur-Bumi Segoro-Kali Sileng) hingga terbentuk danau di utara secara terus-menerus.

Setelah Danau Borobudur Purba terbentuk, genangannya diperkirakan tidak mengalami sirkulasi air.

Kemudian pada akhir abad ke-8 dibangun Candi Borobudur di atas dataran tinggi di tengah-tengah danau oleh Raja Samaratungga. Candi ini menggambarkan bunga teratai di tengah telaga sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Buddha. Kemudian, material Gunung Merapi yang memasuki danaulah yang mengeringkan danau tersebut secara intensif selama beberapa kali. Akhirnya, jadilah Candi Borobudur seperti yang sekarang, berada di atas bukit dan dikelilingi oleh sawah dan pemukiman penduduk.


Referensi:
Mulyaningsih, S. dan Bronto, S., 2000. Genesis Of The Ancient Borobudur Lake, Central Java Related To Merapi Volcano Activities, Proceedings of Indonesian Association of Geologists The 29th Annual Convention, Bandung, Indonesia, hal 149-154
Van Bemmelen, R. W., 1949. The Geology of Indonesia vol. 1A, The Hague, Netherland 
source: IQbalputra 


---------------------------------------
Candi Borobudur
Berbagai kajian seputar Candi Borobudur seolah selalu memunculkan khasanah baru bagi pustaka Sejarah peradaban dan kejayaan masa lalu di bumi Pertiwi Indonesia ini.


Sebagaimana kita semua ketahui,
di negeri ini banyak sekali ditemukan Candi peninggalan kerajaan-kerajaan masa lalu.

Dan di antara candi-candi yang telah ditemukan hingga kini, yang terbesar ialah Candi Borobudur.

Secara administratif, Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berada di atas bukit kecil di tengah dataran yang dibatasi Pegunungan Menoreh di sebelah selatan dan gunungapi Kuarter di sebelah utara.

Candi ini dibangun pada akhir abad ke-8 oleh Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. Pembangunannya diarsiteki oleh Gunadharma dan selesai dibangun pada tahun 746 Saka atau 824 Masehi.

Benarkah Borobudur diatas Danau

Wilayah di sekitar Candi Borobudur saat ini bukanlah danau, melainkan sawah dan pemukiman penduduk. Artinya, danau tersebut mungkin telah surut atau memang tidak pernah ada.

Hipotesa mengenai keberadaan danau purba di daerah Borobudur pertama kali diutarakan oleh seorang seniman dan arsitek Belanda bernama W.O.J Nieuwenkamp, lewat bukunya yang berjudul Fiet Borobudur Meer (Danau Borobudur) pada tahun 1931.

Ia mengungkapkan bahwa Candi Borobudur merupakan perwujudan sebuah Ceplok Bunga Teratai yang mengapung di tengah-tengah telaga (www.kr.co.id). Namun, pendapat Nieuwenkamp ini ditentang oleh van Erp, pemimpin pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1907-1911. Salah satu alasannya ialah bahwa pernyataan Nieuwenkamp tidak didukung bukti kuat seperti prasasti. Namun, geomorfologi di sekitar candi terbesar di Indonesia tersebut yang mirip suatu cekungan memungkinkan keberadaan danau purba tersebut (Nisin dan Vote, 1986 di www.kr.co.id).

Seorang pakar geologi bernama van Bemmelen (1949) mendukung hipotesa Nieuwenkamp tersebut. Dalam bukunya yang berjudul The Geology of Indonesia (Geologi Indonesia) menyebutkan, di daerah Magelang bagian selatan dahulu pernah terbentuk danau yang luas. Terbentuknya danau diakibatkan oleh letusan kuat dari Gunung Merapi tahun 1006 M.

Besarnya letusan mengakibatkan sebagian puncak Merapi mengalami pelongsoran ke arah barat daya, kemudian tertahan oleh Pegunungan Menoreh bagian timur yang berada di selatan daerah Borobudur. Akibatnya, material longsoran tersebut membendung aliran Kali Progo di timur Borobudur, sehingga terbentuklah genangan yang luas di dataran Magelang bagian selatan. Setelah berabad-abad, sumbatan yang membendung Kali Progo hilang oleh proses erosi, akhirnya danau mengering (van Bemmelen, 1949).

Kemudian, hasil pengeboran yang dilakukan oleh tim kajian geologi yang dipimpin Guru Besar Geografi UGM, Prof. Dr. Sutikno berhasil membuktikan keberadaan danau purba tersebut. Pengeboran yang dilakukan di Kali Sileng, Kali Progo dan Kali Elo tersebut berhasil menemukan endapan danau berupa batulempung hitam yang banyak mengandung serbuk sari dari tanaman rawa atau danau, seperti teratai, rumput air dan tumbuhan paku, serta fosil fragmen kayu.


Batulempung tersebut mengelilingi sekitar bukit Borobudur ke utara sampai Kecamatan Metroyudan bagian selatan dan berakhir di bagian tenggara Jembatan Klangon di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulon Progo (DIY). Sementara di sisi barat membentang hingga Desa Samberan dan Ringinanom yang masuk wilayah Kecamatan Tempuran.

Penampang stratigrafi yang dihasilkan dari Kali Progo, Kali Elo dan Kali Sileng
(Mulyaningsih dan Bronto, 2000)
Borobudur -Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sbg latar belakang

Berdasarkan analisis Karbon-14 pada batulempung hitam tersebut, maka dapat diperkirakan bahwa danau tersebut telah terbentuk sejak 22.000 tahun yang lalu pada jaman Plistosen.

Perkembangan danau dimulai dengan material Gunung Merapi, yang membendung Kali Progo di suatu tempat sehingga menghalangi aliran air di bagian hulu (Kali Elo-Mendut-Borobudur-Bumi Segoro-Kali Sileng) hingga terbentuk danau di utara secara terus-menerus.

Setelah Danau Borobudur Purba terbentuk, genangannya diperkirakan tidak mengalami sirkulasi air.

Kemudian pada akhir abad ke-8 dibangun Candi Borobudur di atas dataran tinggi di tengah-tengah danau oleh Raja Samaratungga. Candi ini menggambarkan bunga teratai di tengah telaga sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Buddha. Kemudian, material Gunung Merapi yang memasuki danaulah yang mengeringkan danau tersebut secara intensif selama beberapa kali. Akhirnya, jadilah Candi Borobudur seperti yang sekarang, berada di atas bukit dan dikelilingi oleh sawah dan pemukiman penduduk.


Referensi:
Mulyaningsih, S. dan Bronto, S., 2000. Genesis Of The Ancient Borobudur Lake, Central Java Related To Merapi Volcano Activities, Proceedings of Indonesian Association of Geologists The 29th Annual Convention, Bandung, Indonesia, hal 149-154
Van Bemmelen, R. W., 1949. The Geology of Indonesia vol. 1A, The Hague, Netherland 
source: IQbalputra 


---------------------------------------

Astronot Purba Peradaban Canggih Masa silam

Artefak mirip Astronot
Mungkin kita pernah mendengar teori Astronot kuno Atau Astronot Purba ( Ancient Astronout Teory) ? teori kontroversial yang lahir dari paradigma para arkeolog seperti Zacharia Sitchin, Robert Temple, E. Von Daniken .


Dogu
Artikel berikut  hanya membahas mengenai arifak-artifak yang banyak digunakan oleh para penganut teori Astronot Kuno sebagai bukti akan kedatangan makhluk-makhluk cerdas pada masa silam. Jadi pembahasannya tidak terfokus pada teorinya, melainkan artifak-artifak yang bisa dijadikan bukti. 

Diharapkan artifak-artifak ini dapat menjadi petunjuk penelusuran benang merah-nya.

Mulai dari artifak yang dinamakan Dogu. Figur aneh yang berasal dari kebudayaan Neolitik ini dibuat oleh suku purba di wilayah Jepang dari periode Jomon (14,000 SM – 400 SM). Suku purba Jomon diketahui merupakan orang-orang yang pertama kali menggunakan tanah liat untuk membuat beberapa peralatan tembikar.

Sama seperti suku Dogon di Afrika, masyarakat Jomon juga dikait-kaitkan memiliki kontak dengan para Astronot kuno pada masa silam. Salah satu peninggalan mereka yang banyak dijadikan bukti akan kehadiran Astronot Kuno adalah Dogu.
Lukisan purba di gua Val Camonica, Italia

Figur kuno ini menurut para arkeolog sangat menarik sekaligus membingungkan. Dogu digambarkan menyerupai sosok astronot modern yang dibekali beberapa peralatan canggih pada baju luar angkasanya. Setidaknya ada sekiktar 30 obyek yang melekat pada tubuh Dogu dikatakan meyerupai dengan peralatan astronot masa kini. “Dogu memiliki detail yang sempurna akan sosok Astronot masa silam”, itulah kalimat yang sering diucapkan para penganut teori Astronot kuno.

Diseluruh dunia banyak ditemukan artifak dan situs-situs kuno yang mengindikasikan akan kehadiran para astronot kuno yang datang ke Bumi dari peradaban cerdas di bintang lain. di Val Cominica, Italia terdapat lukisan kuno berusia lebih dari 7000 tahun yang menggambarkan sosok-sosok manusia ber-helm layaknya astronot lengkap dengan seragam luar angkasanya. 

Gambaran serupa juga bisa ditemukan di sekitar gurun Sahara. Suku Aborigin kuno di Australia juga meninggalkan gambaran-gambaran semacam ini. Di situs purbakala Tiahuanaco, Bolivia dan Mahenjo Darro, India terdapat pula ukuran yang disebut sebagai “Para Dewa Langit” yang bentuknya menyerupai sosok Dogu.

Legenda-legenda kuno diseluruh dunia, seperti fragmen epik kepahlawanan Gilgamesh dan Oannes juga menceritakan kehadiran makhluk-makhluk cerdas dari peradaban jauh. Kebanyakan substansi ceritanya hampir sama yaitu mengenai kedatangan para “Dewa” dari luar angkasa dengan menunggangi kendaraan perangnya, bersosialisasi dan mengajarkan banyak ilmu pengetahuan seperti Astronomi, Arsitektur, dsb kepada makhluk-makluk primitif penghuni bumi.

Banyak kemiripan antara suku purba Jomon kuno di Jepang dengan suku Dogon di Mali. Mereka sama-sama memiliki kisah turun temurun akan kehadiran Astronot Kuno dan mereka sama-sama memiliki figur yang menggambarkan sosok makhluk tersebut. 

Para penganut teori Astronot kuno meyakini kata Dogu pada ukiran milik suku Jomon memiliki makna yang sama dengan Dogon. Keduanya mungkin memiliki arti yang sama namun beda dalam penulisan dan pelafalan. Hipotesa yang lebih berani mengatakan bahwa kata tersebut merupakan nama dari peradaban makhluk cerdas yang mengunjungi mereka pada masa silam.

source: berbagai sumber

---------------------------------------
Artefak mirip Astronot
Mungkin kita pernah mendengar teori Astronot kuno Atau Astronot Purba ( Ancient Astronout Teory) ? teori kontroversial yang lahir dari paradigma para arkeolog seperti Zacharia Sitchin, Robert Temple, E. Von Daniken .


Dogu
Artikel berikut  hanya membahas mengenai arifak-artifak yang banyak digunakan oleh para penganut teori Astronot Kuno sebagai bukti akan kedatangan makhluk-makhluk cerdas pada masa silam. Jadi pembahasannya tidak terfokus pada teorinya, melainkan artifak-artifak yang bisa dijadikan bukti. 

Diharapkan artifak-artifak ini dapat menjadi petunjuk penelusuran benang merah-nya.

Mulai dari artifak yang dinamakan Dogu. Figur aneh yang berasal dari kebudayaan Neolitik ini dibuat oleh suku purba di wilayah Jepang dari periode Jomon (14,000 SM – 400 SM). Suku purba Jomon diketahui merupakan orang-orang yang pertama kali menggunakan tanah liat untuk membuat beberapa peralatan tembikar.

Sama seperti suku Dogon di Afrika, masyarakat Jomon juga dikait-kaitkan memiliki kontak dengan para Astronot kuno pada masa silam. Salah satu peninggalan mereka yang banyak dijadikan bukti akan kehadiran Astronot Kuno adalah Dogu.
Lukisan purba di gua Val Camonica, Italia

Figur kuno ini menurut para arkeolog sangat menarik sekaligus membingungkan. Dogu digambarkan menyerupai sosok astronot modern yang dibekali beberapa peralatan canggih pada baju luar angkasanya. Setidaknya ada sekiktar 30 obyek yang melekat pada tubuh Dogu dikatakan meyerupai dengan peralatan astronot masa kini. “Dogu memiliki detail yang sempurna akan sosok Astronot masa silam”, itulah kalimat yang sering diucapkan para penganut teori Astronot kuno.

Diseluruh dunia banyak ditemukan artifak dan situs-situs kuno yang mengindikasikan akan kehadiran para astronot kuno yang datang ke Bumi dari peradaban cerdas di bintang lain. di Val Cominica, Italia terdapat lukisan kuno berusia lebih dari 7000 tahun yang menggambarkan sosok-sosok manusia ber-helm layaknya astronot lengkap dengan seragam luar angkasanya. 

Gambaran serupa juga bisa ditemukan di sekitar gurun Sahara. Suku Aborigin kuno di Australia juga meninggalkan gambaran-gambaran semacam ini. Di situs purbakala Tiahuanaco, Bolivia dan Mahenjo Darro, India terdapat pula ukuran yang disebut sebagai “Para Dewa Langit” yang bentuknya menyerupai sosok Dogu.

Legenda-legenda kuno diseluruh dunia, seperti fragmen epik kepahlawanan Gilgamesh dan Oannes juga menceritakan kehadiran makhluk-makhluk cerdas dari peradaban jauh. Kebanyakan substansi ceritanya hampir sama yaitu mengenai kedatangan para “Dewa” dari luar angkasa dengan menunggangi kendaraan perangnya, bersosialisasi dan mengajarkan banyak ilmu pengetahuan seperti Astronomi, Arsitektur, dsb kepada makhluk-makluk primitif penghuni bumi.

Banyak kemiripan antara suku purba Jomon kuno di Jepang dengan suku Dogon di Mali. Mereka sama-sama memiliki kisah turun temurun akan kehadiran Astronot Kuno dan mereka sama-sama memiliki figur yang menggambarkan sosok makhluk tersebut. 

Para penganut teori Astronot kuno meyakini kata Dogu pada ukiran milik suku Jomon memiliki makna yang sama dengan Dogon. Keduanya mungkin memiliki arti yang sama namun beda dalam penulisan dan pelafalan. Hipotesa yang lebih berani mengatakan bahwa kata tersebut merupakan nama dari peradaban makhluk cerdas yang mengunjungi mereka pada masa silam.

source: berbagai sumber

---------------------------------------

Jejak Atlantis didasar Laut

Sebelum akhirnya Aryo Santos mengemukakan bahwa atlantis itu Indonesia,penelusuran jejak Atlantis adalah suatu sejarah panjang yang di ilhami dari cerita Plato tentang sebuah benua dan kerajaan besar super modern pada masa lampau.Cerita ini membuat banyak orang mencoba mencari kebenarannya dengan berbagai cara,salah satunya adalah menyelami lautan yang mungkin terdapat sisa-sisa peninggalan benua misterius itu.Dari zaman ke zaman pencarian dilakukan diantaranya diperairan samudra Atlantik dan sekitarnya,karena banyak pendapat menyebut di samudra inilah Atlantis mungkin tenggelam,
Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut di selami dan diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu
dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda.
Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan
besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato.

Tetapi pada abad 21 sekarang ini,perhatian tertuju ke bumi Nusantara,setelah Aryo santos dan kawan-kawan menyatakan menemukan bukti-bukti keberadaanya di negeri ini.Apakah ini babak akhir dari Misteri Atlantis? lalu bagaimana jika benar Atlantis itu indonesia,dampak apakah yang akan dirasakan negeri ini?
berbagai sumber
Sebelum akhirnya Aryo Santos mengemukakan bahwa atlantis itu Indonesia,penelusuran jejak Atlantis adalah suatu sejarah panjang yang di ilhami dari cerita Plato tentang sebuah benua dan kerajaan besar super modern pada masa lampau.Cerita ini membuat banyak orang mencoba mencari kebenarannya dengan berbagai cara,salah satunya adalah menyelami lautan yang mungkin terdapat sisa-sisa peninggalan benua misterius itu.Dari zaman ke zaman pencarian dilakukan diantaranya diperairan samudra Atlantik dan sekitarnya,karena banyak pendapat menyebut di samudra inilah Atlantis mungkin tenggelam,
Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut di selami dan diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu
dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda.
Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan
besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato.

Tetapi pada abad 21 sekarang ini,perhatian tertuju ke bumi Nusantara,setelah Aryo santos dan kawan-kawan menyatakan menemukan bukti-bukti keberadaanya di negeri ini.Apakah ini babak akhir dari Misteri Atlantis? lalu bagaimana jika benar Atlantis itu indonesia,dampak apakah yang akan dirasakan negeri ini?
berbagai sumber

Apakah Nabi Nuh Orang Indonesia?

Bogor -Detikcom-

Kisah banjir besar Nabi Nuh, cocok dengan kajian ilmiah tenggelamnya Indonesia di masa silam dari sejumlah ilmuwan.  Lantas, apakah Nabi Nuh berasal dari Indonesia?

"Saya tidak bisa bilang Nuh dari Indonesia. Walaupun Islam, Kristen dan Yahudi berbagi cerita banjir yang sama," kata peneliti dari Universitas Oxford, London, Stephen Oppenheimer dalam wawancara dengan detikcom di Hotel Salak, Bogor.

Penulis buku Eden in The East ini mengatakan kisah banjir besar tersebar luas di dunia. Namun memang kisah banjir besar paling banyak terdapat di Indonesia.

"Meski demikian, kita belum bisa menyimpulkan kisah banjir berasal dari Indonesia," kata Oppenheimer.

Hal ini disebabkan, banjir dialami di berbagai daerah di dunia pada akhir zaman es. Kisah banjir Sumeria diduga berbeda sumbernya dengan banjir di Sundaland atau Indonesia masa silam.

"Kisah banjir Sumeria diduga bersumber dari banjir di kawasan Teluk pada akhir Zaman Es, bukan Sundaland," jelas Oppenheimer.

Oleh karena itu, darimana Nabi Nuh berasal belum bisa dijawab. Kitab suci pun tidak menyebut nama negeri Nabi Nuh.

Meskipun banjir di Sundaland dianggap fakta sejarah, namun kisah banjir belum bisa dianggap berasal dari kejadian yang sama di Indonesia pada Zaman Es.

"Saya tidak punya metodologi ilmiahnya untuk aspek religi ini," tutupnya.




Referensi=http://www.detiknews.com/
Bogor -Detikcom-

Kisah banjir besar Nabi Nuh, cocok dengan kajian ilmiah tenggelamnya Indonesia di masa silam dari sejumlah ilmuwan.  Lantas, apakah Nabi Nuh berasal dari Indonesia?

"Saya tidak bisa bilang Nuh dari Indonesia. Walaupun Islam, Kristen dan Yahudi berbagi cerita banjir yang sama," kata peneliti dari Universitas Oxford, London, Stephen Oppenheimer dalam wawancara dengan detikcom di Hotel Salak, Bogor.

Penulis buku Eden in The East ini mengatakan kisah banjir besar tersebar luas di dunia. Namun memang kisah banjir besar paling banyak terdapat di Indonesia.

"Meski demikian, kita belum bisa menyimpulkan kisah banjir berasal dari Indonesia," kata Oppenheimer.

Hal ini disebabkan, banjir dialami di berbagai daerah di dunia pada akhir zaman es. Kisah banjir Sumeria diduga berbeda sumbernya dengan banjir di Sundaland atau Indonesia masa silam.

"Kisah banjir Sumeria diduga bersumber dari banjir di kawasan Teluk pada akhir Zaman Es, bukan Sundaland," jelas Oppenheimer.

Oleh karena itu, darimana Nabi Nuh berasal belum bisa dijawab. Kitab suci pun tidak menyebut nama negeri Nabi Nuh.

Meskipun banjir di Sundaland dianggap fakta sejarah, namun kisah banjir belum bisa dianggap berasal dari kejadian yang sama di Indonesia pada Zaman Es.

"Saya tidak punya metodologi ilmiahnya untuk aspek religi ini," tutupnya.




Referensi=http://www.detiknews.com/

Atlantis-Lemuria Tragedi kepunahan Ras manusia

Atlantis,kota yang hilang itu kini mulai menampakan jejaknya.Pada dekade terakhir,kepingan demi kepingan yang mulai tersusun kembali.Diawali dengan temuan para ilmuwan berupa puing-puing bangunan didasar laut,kemudian para spiritualis mengaku telah berhubungan langsung dengan roh dari masa silam,penghuni kota Atlantis.Benarkah mereka kini masih hidup dalam wujud yang berbeda?


Misteri Atlantis yang terkubur ribuan tahun,kiniterasa hidup kembali,setidaknya 10 tahun terakhir ini tak henti-hentinya penelitian tentang kota yang hilang itu dilakukan.Sebagian orang mengatakan bahwa Atlantis adalah sebuah benua,sementara sebagian yang lain mengatakan Atlantis adalah sebuah kota yang sempurna,saking sempurnanya hingga mirip sebuah surga.
Disurga inilah peradaban manusia bermula,ribuan tahun yang lalu.
Para penghuni Atlantis,menurut buku-buku yang membahasnya,adalah mahluk sempurna,dan karena kecerdasan mereka inilah mereka mampu membangun peradaban dan kebudayaan tertinggi.Sayangnya kehendak alam menentukan lain.Pada suatu ketika,gelombang raksasa dan amuk badai meneggelamkannya kedasar laut.Surga itu telah musnah tanpa meninggalkan jejak kesempurnaanya dimuka bumi hingga ribuan tahun kemudian.


Ras cikal bakal Manusia
menurut Plato,dibumi ini ribuan tahun yang lalu ada bangsa Atlantis yang sangat maju.Memang ada peradaban yang maju sebelum AdamYakni bangsa Atlantis dan Lemuria.Penelitian terdahulu menyatakan Atlantis berada di samudra Atlantik,sementara Lemuria berada di Indonesia ( dikawasan asia Tenggara).Kedua bangsa ini menurut para ahli "sudah punah" Namun apakah memang benar demikian?
Apakah mereka masih ada namun berada di spektrum yang lain?


Bangsa Lemuria dianggap sebagai ras cikal bakal manusia.Seorang spiritualis wanita yang hidup antara tahun1831-1891 bernama Helena P Blavatstky,mengungkap pernah mengungkap teori ini.Menurutnya,bangsa Lemuria adalah Ras ketiga dari Tujuh Ras yang menghuni alam semasta,dimana setiap ras memiliki tujuh tingkatandi dalamnya.manusia modern saat ini merupakan ras ke lima.


Ras Lemuria ini lambat laun mengalami perubahan yang sangat perlahan menjadi ras baru yaitu ras keempat.Namun ras keempat ini tak lama karena Atlantis digulung badai.menurut Blavatsky,kematian ras keempat ini disebabkan karena adanya ilmu hitam yang berkekuatan sangat dahsyat yang mampu memusnahkan mereka tanpa terkecuali.


Surga yang hilang
Keberadaan manusia di dunia merupakan suatu siklus besar yang tak pernah berhenti.Keyakinan ini dijadikan dasar oleh mereka yang mempercayai bahwa ada ras manusia sebelum Adam,yaitu Ras Lemuria dan Atlantis.kedua ras ini hidup saling terpisah dengan cara yang sangat berbeda,ibarat langit dan bumi.Justru ketika kedua ras ini bersatu maka kehancuranlah yang tercipta.


Konon,ras Lemuria adalah bangsa manusia yang sempurna.mereka hidup dalam suatu kerajaan dengan cara hidup yang  sangat menakjubkan.merka adalah mahluk yang terbentuk dari kesadaran.


Meski memiliki wujud fisik,ras Lemuria ini dapat mengubah bentuk menjadi wujud inmateri,seperti cahaya yang melesat dengan kecepatan tinggi.Mereka juga tak memiliki bahasa komunikasi verbal ( kata-kata),sebab cara berhubungan mereka adalah melalui kontak batin atau pikiran.Yang uniknya kontak batin ini juga dapat dilakukan dengan masing-masing memegang selembar daun,yang secara filosofis adalah saluran bagi mereka,yang tercipta dari alam,sehingga mereka sangat menghargai alam.
Daun adalah lambang kesadaran akan alam dan lingkungan.Dengan saluran yang sama mereka saling berhubungan,artinya,dengan meletakan kesadaran yang sama pada alam mereka mampu memahami isi pikiran masing-masing.Tak ada rahasia di antara mereka.


Kedamaian terusik
Kehidupan ras Lemuria yang damai dan berlimpah kebahagiaan ini mulai terusik dengan kedatangan Bangsa Atlantis yang jauh berbeda dengan bangsa Lemuria ynag hidup dengan kesadaran dan spiritualisme,sementara bangsaAtlantis mengunggulkan Ilmu dan tekhnologi.
Ras Lemuria yang semula tidak mengenal Bahasa,,mulai mengenal bahasa dan isyarat.kesadaran yang menjadi ciri khas mereka mulai pudar berganti rasa ingin tahu akan gaya hidup bangsa Atlantis yang aneh.Perpaduan dua kehidupan ini ternyatata tak menciptakan kedamaian dan kemajuan,sebaliknya,alam Spiritual Lemuria yang sempurna menjadi ternoda,sementara ras Atlantik makin berkobar keinginan berkuasanya atas Lemuria.


Sejak saat itu,sekeping surga yang pernah dihuni ras Lemuria menjelma menjadi alam yang berbeda.Sebagian orang menyatakan,sejak saat itulah tak ada lagi surga dimuka bumi,digantikan oleh kehidupan alam yang tumpah tindih hingga saat ini.,sebagian lagi menyatakan kehancuran Lemuria dan Atlantis akibat bencana alam maha dahsyat yang menenggelamkannya kedasar lautan hingga tak akan lagi ditemukan oleh manusia.


yang tersisa bagi manusia modern adalah kehidupan yang tumpang tindih antara alam spiritual dan alam material.
berbagai sumber




;Berkaitan

ATLANTIS-Benua yang hilang itu Indonesia?

Inggrid Benette saksi peradaban Atlantis

Adam-Hawa pernah menetap di Indonesia



Atlantis,kota yang hilang itu kini mulai menampakan jejaknya.Pada dekade terakhir,kepingan demi kepingan yang mulai tersusun kembali.Diawali dengan temuan para ilmuwan berupa puing-puing bangunan didasar laut,kemudian para spiritualis mengaku telah berhubungan langsung dengan roh dari masa silam,penghuni kota Atlantis.Benarkah mereka kini masih hidup dalam wujud yang berbeda?


Misteri Atlantis yang terkubur ribuan tahun,kiniterasa hidup kembali,setidaknya 10 tahun terakhir ini tak henti-hentinya penelitian tentang kota yang hilang itu dilakukan.Sebagian orang mengatakan bahwa Atlantis adalah sebuah benua,sementara sebagian yang lain mengatakan Atlantis adalah sebuah kota yang sempurna,saking sempurnanya hingga mirip sebuah surga.
Disurga inilah peradaban manusia bermula,ribuan tahun yang lalu.
Para penghuni Atlantis,menurut buku-buku yang membahasnya,adalah mahluk sempurna,dan karena kecerdasan mereka inilah mereka mampu membangun peradaban dan kebudayaan tertinggi.Sayangnya kehendak alam menentukan lain.Pada suatu ketika,gelombang raksasa dan amuk badai meneggelamkannya kedasar laut.Surga itu telah musnah tanpa meninggalkan jejak kesempurnaanya dimuka bumi hingga ribuan tahun kemudian.


Ras cikal bakal Manusia
menurut Plato,dibumi ini ribuan tahun yang lalu ada bangsa Atlantis yang sangat maju.Memang ada peradaban yang maju sebelum AdamYakni bangsa Atlantis dan Lemuria.Penelitian terdahulu menyatakan Atlantis berada di samudra Atlantik,sementara Lemuria berada di Indonesia ( dikawasan asia Tenggara).Kedua bangsa ini menurut para ahli "sudah punah" Namun apakah memang benar demikian?
Apakah mereka masih ada namun berada di spektrum yang lain?


Bangsa Lemuria dianggap sebagai ras cikal bakal manusia.Seorang spiritualis wanita yang hidup antara tahun1831-1891 bernama Helena P Blavatstky,mengungkap pernah mengungkap teori ini.Menurutnya,bangsa Lemuria adalah Ras ketiga dari Tujuh Ras yang menghuni alam semasta,dimana setiap ras memiliki tujuh tingkatandi dalamnya.manusia modern saat ini merupakan ras ke lima.


Ras Lemuria ini lambat laun mengalami perubahan yang sangat perlahan menjadi ras baru yaitu ras keempat.Namun ras keempat ini tak lama karena Atlantis digulung badai.menurut Blavatsky,kematian ras keempat ini disebabkan karena adanya ilmu hitam yang berkekuatan sangat dahsyat yang mampu memusnahkan mereka tanpa terkecuali.


Surga yang hilang
Keberadaan manusia di dunia merupakan suatu siklus besar yang tak pernah berhenti.Keyakinan ini dijadikan dasar oleh mereka yang mempercayai bahwa ada ras manusia sebelum Adam,yaitu Ras Lemuria dan Atlantis.kedua ras ini hidup saling terpisah dengan cara yang sangat berbeda,ibarat langit dan bumi.Justru ketika kedua ras ini bersatu maka kehancuranlah yang tercipta.


Konon,ras Lemuria adalah bangsa manusia yang sempurna.mereka hidup dalam suatu kerajaan dengan cara hidup yang  sangat menakjubkan.merka adalah mahluk yang terbentuk dari kesadaran.


Meski memiliki wujud fisik,ras Lemuria ini dapat mengubah bentuk menjadi wujud inmateri,seperti cahaya yang melesat dengan kecepatan tinggi.Mereka juga tak memiliki bahasa komunikasi verbal ( kata-kata),sebab cara berhubungan mereka adalah melalui kontak batin atau pikiran.Yang uniknya kontak batin ini juga dapat dilakukan dengan masing-masing memegang selembar daun,yang secara filosofis adalah saluran bagi mereka,yang tercipta dari alam,sehingga mereka sangat menghargai alam.
Daun adalah lambang kesadaran akan alam dan lingkungan.Dengan saluran yang sama mereka saling berhubungan,artinya,dengan meletakan kesadaran yang sama pada alam mereka mampu memahami isi pikiran masing-masing.Tak ada rahasia di antara mereka.


Kedamaian terusik
Kehidupan ras Lemuria yang damai dan berlimpah kebahagiaan ini mulai terusik dengan kedatangan Bangsa Atlantis yang jauh berbeda dengan bangsa Lemuria ynag hidup dengan kesadaran dan spiritualisme,sementara bangsaAtlantis mengunggulkan Ilmu dan tekhnologi.
Ras Lemuria yang semula tidak mengenal Bahasa,,mulai mengenal bahasa dan isyarat.kesadaran yang menjadi ciri khas mereka mulai pudar berganti rasa ingin tahu akan gaya hidup bangsa Atlantis yang aneh.Perpaduan dua kehidupan ini ternyatata tak menciptakan kedamaian dan kemajuan,sebaliknya,alam Spiritual Lemuria yang sempurna menjadi ternoda,sementara ras Atlantik makin berkobar keinginan berkuasanya atas Lemuria.


Sejak saat itu,sekeping surga yang pernah dihuni ras Lemuria menjelma menjadi alam yang berbeda.Sebagian orang menyatakan,sejak saat itulah tak ada lagi surga dimuka bumi,digantikan oleh kehidupan alam yang tumpah tindih hingga saat ini.,sebagian lagi menyatakan kehancuran Lemuria dan Atlantis akibat bencana alam maha dahsyat yang menenggelamkannya kedasar lautan hingga tak akan lagi ditemukan oleh manusia.


yang tersisa bagi manusia modern adalah kehidupan yang tumpang tindih antara alam spiritual dan alam material.
berbagai sumber




;Berkaitan

ATLANTIS-Benua yang hilang itu Indonesia?

Inggrid Benette saksi peradaban Atlantis

Adam-Hawa pernah menetap di Indonesia



Borobudur-Peninggalan Nabi Sulaiman

Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.
 Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam 
bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.
Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu?

Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada
KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan
bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.  "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28).  Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.
Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam.

 sebagaimana dilansir Republika.co.id 

Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.
 Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam 
bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.
Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu?

Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada
KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan
bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.  "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28).  Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.
Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam.

 sebagaimana dilansir Republika.co.id 

Bukti Ilmiah bahwa ADAM-HAWA pernah menetap di Indonesia

Adam Hawa pernah menetap di Indonesia?,mungkin pembaca pernah mendengarnya atau membacanya.Mungkin masih belum bisa dipercaya kebenarannya,tetapi beberapa fakta Ilmiah merujuk pada kesimpulan bahwa memang benar Adam-Hawa pernah menetap di indonesia.
Pada pertemuan diskusi  yang membahas sejarah masa lalu Nusantara, saudara agung bimo sutejo dan timy hartadi berusaha mengungkap misteri candi cetho dan penataran. Relief pada candi tersebut menjelaskan bahwa leluhur kita sudah menguasai dunia, menjajah benua amerika tempo dulu, serta beberapa negeri di muka bumi. Kemudian seorang ahli geolog juga berusaha menjelaskan bahwa Adam dan Hawa ternyata lama bermukim di sunda.
Tidak ketinggalan jaleswari pramodhawarni menilai bahwa bangsa Indonesia abad ini gagal untuk mendefinisikan keindonesiaannya sendiri. Hal itu didukung pula oleh budayawan radhar panca dharma yang juga ikut serta dalam seminar tersebut.

Oppenheimer, Dokter ahli genetic yang banyak mempelajari sejarah peradaban. Ia berpendapat bahwa
Paparan Sunda (Sundaland) adalah merupakan cikal bakal peradaban kuno atau dalam bahasa agama sebagai Taman Eden. Istilah ini diserap dari kata dalam bahasa Ibrani Gan Eden. Dalam bahasa Indonesia disebut Firdaus yang diserap dari kata Persia "Pairidaeza" yang arti sebenarnya adalah Taman. Menurut Oppenheimer, munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Landasan argumennya adalah etnografi, arkeologi, osenografi, mitologi, analisa DNA, dan linguistik. Ia mengemukakan bahwa di wilayah Sundaland sudah ada peradaban yang menjadi leluhur peradaban Timur Tengah 6.000 tahun silam. Suatu ketika datang banjir besar yang menyebabkan penduduk Sundaland berimigrasi ke barat yaitu ke Asia, Jepang, serta Pasifik. Mereka adalah leluhur Austronesia.
 Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last
Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar
150 m di bawah muka air laut sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat masih
bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagai Sundaland.
Namun, ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia.
Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar
yang terjadi yaitu pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun yang lalu. Banjir
besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari
yang sekarang. Wilayah yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan
pantai Cina Selatan. Sundaland malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara
lain
Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup
padat dihuni manusia prasejarah yang berpenghidupan sebagai petani dan nelayan.
Bagi Oppenheimer,
kisah˜Banjir Nuh atau ˜Benua Atlantis yang hilang tidak
lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini.
Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional, namun belum ada yang meneliti keterkaitan legenda dengan fenomena Taman Eden.
 Kontroversi dari Oppenheimer seolah dikuatkan oleh pendapat Aryso Santos. Profesor asal Brazil ini menegaskan bahwa Atlantis yang hilang sebagaimana cerita Plato itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Pendapat itu muncul setelah ia melakukan penelitian selama 30 tahun yang menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos dalam bukunya tersebut menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Sundaland (Indonesia bagian Barat).
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Langka, dan Indonesia bagian Barat meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa dan terus ke arah timur. Wilayah Indonesia bagian barat
sekarang sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi aktif dan
dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik. Argumen Santos tersebut didukung banyak arkeolog Amerika Serikat bahkan mereka meyakini bahwa benua Atlantis adalah sebuah pulau besar bernama Sundaland, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.

Menurut
Al-Imam At-Thabari dalam Tarikhnya (jilid 1 hlm 121-126), bahwa Mujahid meriwayatkan keterangan AbduLLAAH bin Abbas bin Abdul Mutthalib yang mengatakan : �Adam diturunkan dari surga ke bumi di negeri India,� India yang dimaksud ini adalah Nusantara sebagaiman akan dijelaskan selanjutnya nanti , sebuah buku bertitel Atlantis: The Last Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato's Lost Civilization yang ditulis oleh Prof. Arysio Santos. Terbitan Atlantis Publications (Agustus, 2005). Dalam bukunya Prof. Arysio memaparkan hasil penelitiannya selama 30 tahun, yang menyimpulkan bahwa Benua Atlantis yang Hilang, sebagaimana Plato katakan, ternyata adalah Indonesia, 11.600 tahun yang lalu, sebelum sebagian besarnya tenggelam, karena bencana Letusan Gunung Karakatau, Toba, Semeru, dll. serta gempa, tsunami raksana dan naiknya air laut sampai 150 meter, akibat mencairnya selubung es di wilayah utara dan selatan Bumi. Dan ternyata Peradaban Atlantis di Indonesia itu adalah Peradaban pertama insan, tempat tinggal pertama Nabi Adam dan Hawa di Nusantara, tempat para leluhur nenek moyang peradaban-peradaban besar lainnya di dunia seperti Mesir, India, Persia/Mesopotamia/ Babylonia, dan Yunani, bahkan Maya & Aztec di Amerika.
Plato dan Santos sependapat. bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Terjadinya semburan
lumpur lapindo pun erat kaitannya dengan keberadaan atlantis kuno.



Soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau. Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.


Menurut cerita Critias, Atlantis tenggelam hanya dalam satu hari satu malam! Di Atlantis inilah terdapat kerajaan besar yang menguasai seluruh pulau dan daerah sekitarnya, termasuk Libia, kolom-kolom Heracles, sampai sejauh Mesir, dan di Eropa sampai sejauh Tyrrhenia. Lalu terjadilah gempa bumi dan banjir yang melanda negeri itu. Dalam hanya satu hari satu malam, seluruh penghuninya ditenggelamkan ke dalam bumi, dan Atlantis menghilang ditelan laut.Cerita tragis yang memunculkan mitos Atlantis itu, bila kita cermati memang akan mengarah secara geografis di sekitar Laut Tengah (Mediterania). Selain nama-nama Libia, Mesir, Eropa dan Tyrrhenia, disebut pula selat dengan pilar-pilar Hercules yang tidak lain adalah Selat Gibraltar (atau dalam bahasa Arab, Selat Jabaltarik) Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara/Sundaland ???), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.

Kecantikan Pulau Jawa bahkan menarik hati Rajanya para dewa yaitu Betara Guru untuk mendirikan kerajaan dibumi. Turunlah dia dari domainnya di Swargaloka dan memilih tempat tinggal di gunung Mahendra. ( Kini disebut Gunung Lawu terletak diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur antara Surakarta dan Madiun). Betara Guru punya nama lain Sang Hyang Jagat Nata, ratunya Jagat Raya The king of the Universe dan Sang Hyang Girinata, ratunya gunung-gunung, - the King of Mountains. Di kerajaan Mahendra, Sorga yang agung The great Heaven , Betara Guru memakai nama Ratu Mahadewa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata.

Itulah beberapa fakta ilmiah yang coba dikupas oleh para ahli dan sejarawan untuk mencari bukti-bukti perihal Adam-Hawa yang pernah menetap di Indonesia

source (http://politikana.com/baca/2010/03/30/pembuktian-ilmiah-bahwa-adam-hawa-menetap-lama-di-nusantara.html)
Adam Hawa pernah menetap di Indonesia?,mungkin pembaca pernah mendengarnya atau membacanya.Mungkin masih belum bisa dipercaya kebenarannya,tetapi beberapa fakta Ilmiah merujuk pada kesimpulan bahwa memang benar Adam-Hawa pernah menetap di indonesia.
Pada pertemuan diskusi  yang membahas sejarah masa lalu Nusantara, saudara agung bimo sutejo dan timy hartadi berusaha mengungkap misteri candi cetho dan penataran. Relief pada candi tersebut menjelaskan bahwa leluhur kita sudah menguasai dunia, menjajah benua amerika tempo dulu, serta beberapa negeri di muka bumi. Kemudian seorang ahli geolog juga berusaha menjelaskan bahwa Adam dan Hawa ternyata lama bermukim di sunda.
Tidak ketinggalan jaleswari pramodhawarni menilai bahwa bangsa Indonesia abad ini gagal untuk mendefinisikan keindonesiaannya sendiri. Hal itu didukung pula oleh budayawan radhar panca dharma yang juga ikut serta dalam seminar tersebut.

Oppenheimer, Dokter ahli genetic yang banyak mempelajari sejarah peradaban. Ia berpendapat bahwa
Paparan Sunda (Sundaland) adalah merupakan cikal bakal peradaban kuno atau dalam bahasa agama sebagai Taman Eden. Istilah ini diserap dari kata dalam bahasa Ibrani Gan Eden. Dalam bahasa Indonesia disebut Firdaus yang diserap dari kata Persia "Pairidaeza" yang arti sebenarnya adalah Taman. Menurut Oppenheimer, munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Landasan argumennya adalah etnografi, arkeologi, osenografi, mitologi, analisa DNA, dan linguistik. Ia mengemukakan bahwa di wilayah Sundaland sudah ada peradaban yang menjadi leluhur peradaban Timur Tengah 6.000 tahun silam. Suatu ketika datang banjir besar yang menyebabkan penduduk Sundaland berimigrasi ke barat yaitu ke Asia, Jepang, serta Pasifik. Mereka adalah leluhur Austronesia.
 Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last
Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar
150 m di bawah muka air laut sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat masih
bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagai Sundaland.
Namun, ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia.
Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar
yang terjadi yaitu pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun yang lalu. Banjir
besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari
yang sekarang. Wilayah yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan
pantai Cina Selatan. Sundaland malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara
lain
Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup
padat dihuni manusia prasejarah yang berpenghidupan sebagai petani dan nelayan.
Bagi Oppenheimer,
kisah˜Banjir Nuh atau ˜Benua Atlantis yang hilang tidak
lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini.
Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional, namun belum ada yang meneliti keterkaitan legenda dengan fenomena Taman Eden.
 Kontroversi dari Oppenheimer seolah dikuatkan oleh pendapat Aryso Santos. Profesor asal Brazil ini menegaskan bahwa Atlantis yang hilang sebagaimana cerita Plato itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Pendapat itu muncul setelah ia melakukan penelitian selama 30 tahun yang menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos dalam bukunya tersebut menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Sundaland (Indonesia bagian Barat).
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Langka, dan Indonesia bagian Barat meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa dan terus ke arah timur. Wilayah Indonesia bagian barat
sekarang sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi aktif dan
dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik. Argumen Santos tersebut didukung banyak arkeolog Amerika Serikat bahkan mereka meyakini bahwa benua Atlantis adalah sebuah pulau besar bernama Sundaland, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.

Menurut
Al-Imam At-Thabari dalam Tarikhnya (jilid 1 hlm 121-126), bahwa Mujahid meriwayatkan keterangan AbduLLAAH bin Abbas bin Abdul Mutthalib yang mengatakan : �Adam diturunkan dari surga ke bumi di negeri India,� India yang dimaksud ini adalah Nusantara sebagaiman akan dijelaskan selanjutnya nanti , sebuah buku bertitel Atlantis: The Last Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato's Lost Civilization yang ditulis oleh Prof. Arysio Santos. Terbitan Atlantis Publications (Agustus, 2005). Dalam bukunya Prof. Arysio memaparkan hasil penelitiannya selama 30 tahun, yang menyimpulkan bahwa Benua Atlantis yang Hilang, sebagaimana Plato katakan, ternyata adalah Indonesia, 11.600 tahun yang lalu, sebelum sebagian besarnya tenggelam, karena bencana Letusan Gunung Karakatau, Toba, Semeru, dll. serta gempa, tsunami raksana dan naiknya air laut sampai 150 meter, akibat mencairnya selubung es di wilayah utara dan selatan Bumi. Dan ternyata Peradaban Atlantis di Indonesia itu adalah Peradaban pertama insan, tempat tinggal pertama Nabi Adam dan Hawa di Nusantara, tempat para leluhur nenek moyang peradaban-peradaban besar lainnya di dunia seperti Mesir, India, Persia/Mesopotamia/ Babylonia, dan Yunani, bahkan Maya & Aztec di Amerika.
Plato dan Santos sependapat. bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Terjadinya semburan
lumpur lapindo pun erat kaitannya dengan keberadaan atlantis kuno.



Soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau. Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.


Menurut cerita Critias, Atlantis tenggelam hanya dalam satu hari satu malam! Di Atlantis inilah terdapat kerajaan besar yang menguasai seluruh pulau dan daerah sekitarnya, termasuk Libia, kolom-kolom Heracles, sampai sejauh Mesir, dan di Eropa sampai sejauh Tyrrhenia. Lalu terjadilah gempa bumi dan banjir yang melanda negeri itu. Dalam hanya satu hari satu malam, seluruh penghuninya ditenggelamkan ke dalam bumi, dan Atlantis menghilang ditelan laut.Cerita tragis yang memunculkan mitos Atlantis itu, bila kita cermati memang akan mengarah secara geografis di sekitar Laut Tengah (Mediterania). Selain nama-nama Libia, Mesir, Eropa dan Tyrrhenia, disebut pula selat dengan pilar-pilar Hercules yang tidak lain adalah Selat Gibraltar (atau dalam bahasa Arab, Selat Jabaltarik) Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara/Sundaland ???), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.

Kecantikan Pulau Jawa bahkan menarik hati Rajanya para dewa yaitu Betara Guru untuk mendirikan kerajaan dibumi. Turunlah dia dari domainnya di Swargaloka dan memilih tempat tinggal di gunung Mahendra. ( Kini disebut Gunung Lawu terletak diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur antara Surakarta dan Madiun). Betara Guru punya nama lain Sang Hyang Jagat Nata, ratunya Jagat Raya The king of the Universe dan Sang Hyang Girinata, ratunya gunung-gunung, - the King of Mountains. Di kerajaan Mahendra, Sorga yang agung The great Heaven , Betara Guru memakai nama Ratu Mahadewa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata.

Itulah beberapa fakta ilmiah yang coba dikupas oleh para ahli dan sejarawan untuk mencari bukti-bukti perihal Adam-Hawa yang pernah menetap di Indonesia

source (http://politikana.com/baca/2010/03/30/pembuktian-ilmiah-bahwa-adam-hawa-menetap-lama-di-nusantara.html)

Inggrid Benette-Saksi peradaban Atlantis

Munculnya wacana tentang Atlantis Benua yang Hilang yang konon adalah Indonesia,masih menyisakan pro dan kontra diberbagai kalangan dengan mengemukakan argumen dan dalihnya masing-masing.Fenomena ini mencuat kepermukaan setelah Aryo Santos dalam bukunya The lost Continent finally found menyebutkan bahwa Indonesia dengan Sundaland nya adalah Atlantis yang hilang.Buku ini ditulis setelah sang Profesor melakukan observasi selama 30 tahun.Dan menyimpulkan bahwa Atlantis itu Indonesia.


Selain observasi terhadap letak geografis,mitologi,budaya dan arkeologi,yang di ungkap Santos dalam buku tersebut,Ini ada lagi yang lebih unik  untuk menguak misteri Atlantis. 
Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah.
Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.




Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan


Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami, pelindung lainnya wanita.




Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin. Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang setelah disilang di depan dada. 


Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.



Berkomunikasi dengan Hewan


Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami. Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.


Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.


Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.




Lingkungan yang Indah Permai


Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus dan berkualitas tinggi serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya.


Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.




Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.




Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.


Teknologi yang Tinggi


Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”


Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.


Pengobatan yang Maju


Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.
Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik dan berpengetahuan luas tentang pengobatan akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.
Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.


Pendidikan Anak yang Ketat


Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif dan kisah bertema filosofis.


Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.


Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. 


Dengan begini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.
Pemikiran maju yang positif dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.


Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter leluhur kami yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat kami waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.


Kiamat yang Melanda Atlantis


Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan seks orang Atlantis sangat dinamis untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan seks, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, seks merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, seks sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.


Ada juga yang orang berhubungan seks dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah seks. Orang yang sadar mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.


Teknologi Maju yang Lalim


Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.


Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.


Menjelang Hari Kiamat


Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.
Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat. Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.


Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.


Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah cerek air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.


Sumber Kehancuran


Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam.


Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak direnungkan orang sekarang. Plato menggambarkan kehancuran Atlantis dalam dialognya sebagai berikut:
“Hukum yang diterapkan Dewa Laut membuat rakyat Atlantis hidup bahagia, keadilan Dewa Laut mendapat penghormatan tinggi dari seluruh dunia, peraturan hukum diukir di sebuah tiang tembaga oleh raja-raja masa sebelumnya, tiang tembaga diletakkan di tengah di dalam pulau kuil Dewa Laut. Namun masyarakat Atlantis mulai bejat, mereka yang pernah memuja dewa palsu menjadi serakah, maunya hidup enak dan menolak kerja dengan hidup berfoya-foya dan serba mewah.”


Plato yang acap kali sedih terhadap sifat manusia mengatakan:
“Pikiran sekilas yang suci murni perlahan kehilangan warnanya, dan diselimuti oleh gelora nafsu iblis, maka orang-orang Atlantis yang layak menikmati keberuntungan besar itu mulai melakukan perbuatan tak senonoh, orang yang arif dapat melihat akhlak bangsa Atlantis yang makin hari makin merosot, kebajikan mereka yang alamiah perlahan-lahan hilang, tapi orang-orang awam yang buta itu malah dirasuki nafsu, tak dapat membedakan benar atau salah, masih tetap gembira, dikiranya semua atas karunia Tuhan.”


Hancurnya peradaban disebabkan oleh segelintir manusia, banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar orang mengabaikannya, maka timbul kelongsoran besar, dalam akhlak dan tidak dapat tertolong. Maka, sejumlah kecil orang berbuat kesalahan tidak begitu menakutkan, yang menakutkan adalah ketika sebagian besar orang “mengabaikan kesalahan”, hingga “membiarkan perubahan” selanjutnya diam-diam “menyetujui kejahatan”, tidak dapat membedakan benar dan salah, kabar terhadap kesalahan mengakibatkan kesenjangan sifat manusia, moral masyarakat merosot dahsyat, mendorong peradaban ke jalan buntu.
Kita sebagai orang modern, dapatlah menjadikan sejarah sebagai cermin pelajaran, merenungi kembali ilmu yang kita kembangkan, yang mengenal kehidupan hanya berdasarkan pengenalan yang objektif terhadap dunia materi yang nyata, dan mengabaikan hakikat kehidupan dalam jiwa. Makna kehidupan sejati, berangsur menjadi bisnis memenuhi nafsu materiil, seperti ilmuwan Atlantis, segelintir orang tunduk pada keserakahan, tidak mempertahankan kebenaran, demi kekuasaan dan kemuliaan, mengembangkan teknologi yang salah, merusak lingkungan hidup. Apakah kita sedang berbuat kesalahan yang sama?
ypratama

Baca juga


Munculnya wacana tentang Atlantis Benua yang Hilang yang konon adalah Indonesia,masih menyisakan pro dan kontra diberbagai kalangan dengan mengemukakan argumen dan dalihnya masing-masing.Fenomena ini mencuat kepermukaan setelah Aryo Santos dalam bukunya The lost Continent finally found menyebutkan bahwa Indonesia dengan Sundaland nya adalah Atlantis yang hilang.Buku ini ditulis setelah sang Profesor melakukan observasi selama 30 tahun.Dan menyimpulkan bahwa Atlantis itu Indonesia.


Selain observasi terhadap letak geografis,mitologi,budaya dan arkeologi,yang di ungkap Santos dalam buku tersebut,Ini ada lagi yang lebih unik  untuk menguak misteri Atlantis. 
Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah.
Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.




Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan


Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami, pelindung lainnya wanita.




Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin. Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang setelah disilang di depan dada. 


Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.



Berkomunikasi dengan Hewan


Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami. Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.


Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.


Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.




Lingkungan yang Indah Permai


Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus dan berkualitas tinggi serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya.


Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.




Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.




Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.


Teknologi yang Tinggi


Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”


Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.


Pengobatan yang Maju


Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.
Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik dan berpengetahuan luas tentang pengobatan akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.
Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.


Pendidikan Anak yang Ketat


Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif dan kisah bertema filosofis.


Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.


Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. 


Dengan begini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.
Pemikiran maju yang positif dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.


Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter leluhur kami yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat kami waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.


Kiamat yang Melanda Atlantis


Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan seks orang Atlantis sangat dinamis untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan seks, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, seks merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, seks sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.


Ada juga yang orang berhubungan seks dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah seks. Orang yang sadar mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.


Teknologi Maju yang Lalim


Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.


Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.


Menjelang Hari Kiamat


Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.
Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat. Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.


Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.


Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah cerek air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.


Sumber Kehancuran


Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam.


Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak direnungkan orang sekarang. Plato menggambarkan kehancuran Atlantis dalam dialognya sebagai berikut:
“Hukum yang diterapkan Dewa Laut membuat rakyat Atlantis hidup bahagia, keadilan Dewa Laut mendapat penghormatan tinggi dari seluruh dunia, peraturan hukum diukir di sebuah tiang tembaga oleh raja-raja masa sebelumnya, tiang tembaga diletakkan di tengah di dalam pulau kuil Dewa Laut. Namun masyarakat Atlantis mulai bejat, mereka yang pernah memuja dewa palsu menjadi serakah, maunya hidup enak dan menolak kerja dengan hidup berfoya-foya dan serba mewah.”


Plato yang acap kali sedih terhadap sifat manusia mengatakan:
“Pikiran sekilas yang suci murni perlahan kehilangan warnanya, dan diselimuti oleh gelora nafsu iblis, maka orang-orang Atlantis yang layak menikmati keberuntungan besar itu mulai melakukan perbuatan tak senonoh, orang yang arif dapat melihat akhlak bangsa Atlantis yang makin hari makin merosot, kebajikan mereka yang alamiah perlahan-lahan hilang, tapi orang-orang awam yang buta itu malah dirasuki nafsu, tak dapat membedakan benar atau salah, masih tetap gembira, dikiranya semua atas karunia Tuhan.”


Hancurnya peradaban disebabkan oleh segelintir manusia, banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar orang mengabaikannya, maka timbul kelongsoran besar, dalam akhlak dan tidak dapat tertolong. Maka, sejumlah kecil orang berbuat kesalahan tidak begitu menakutkan, yang menakutkan adalah ketika sebagian besar orang “mengabaikan kesalahan”, hingga “membiarkan perubahan” selanjutnya diam-diam “menyetujui kejahatan”, tidak dapat membedakan benar dan salah, kabar terhadap kesalahan mengakibatkan kesenjangan sifat manusia, moral masyarakat merosot dahsyat, mendorong peradaban ke jalan buntu.
Kita sebagai orang modern, dapatlah menjadikan sejarah sebagai cermin pelajaran, merenungi kembali ilmu yang kita kembangkan, yang mengenal kehidupan hanya berdasarkan pengenalan yang objektif terhadap dunia materi yang nyata, dan mengabaikan hakikat kehidupan dalam jiwa. Makna kehidupan sejati, berangsur menjadi bisnis memenuhi nafsu materiil, seperti ilmuwan Atlantis, segelintir orang tunduk pada keserakahan, tidak mempertahankan kebenaran, demi kekuasaan dan kemuliaan, mengembangkan teknologi yang salah, merusak lingkungan hidup. Apakah kita sedang berbuat kesalahan yang sama?
ypratama

Baca juga